Tag Archive | Eko Winardi

Puisi-puisi Eko Winardi: Gerimis Menguji & Mengintip Hujan

Puisi-puisi Eko Winardi: Gerimis Menguji & Mengintip Hujan

Puisi-puisi Eko Winardi GERIMIS MENGUJI Gerimis, tak henti-hentinya, menguji diri. antara, hangatnya selimut dan bantal katimbang janji pertemuan. menuntut bukti antara cinta dan kesetiaan dengan menunda dan berikan alasan *** MENGINTIP HUJAN lewat jendela kamar, kuintip hujan pucuk puring basah dan kembang ceplok cawan bergoyang pelan kelam di luar temaram di dalam dingin nan pekat […]

Puisi Eko Winardi: Antara Mamasa – Polewali

Puisi Eko Winardi: Antara Mamasa – Polewali

ANTARA MAMASA – POLEWALI Puisi Eko Winardi Subuh masih mengeluh dan dingin menggigit tulang walau badan berlapis selimut Di puncak Gandan Dewata kutancapkan kibar kemenangan setelah mendaki seharian Matahari mendekat di ubun-ubun menuruni jalan berkelok liku bergelombang dan berbatu Lepas Lohor di surau Sumarorong yang biasa disinggahi musafir Mandar penduduk sedang menjemur padi Gereja siloam […]

Puisi Eko Winardi: Selamat Pagi Selatpanjang

Puisi Eko Winardi: Selamat Pagi Selatpanjang

SELAMAT PAGI SELATPANJANG Puisi Eko Winardi aku membaca statistika lewat jumlah rumah tua di Pecinan yang luas abu-abu hio yang beterbangan diterpa angin laut, bantingan kartu dan dadu pada malam kedukaan aku membaca catatan usia dari jumlah balok tua penyangga jalan berjembatan dinding papan rumah tua di Pecinan, dan bangkai-bangkai sampan aku membaca semangat zaman […]

Puisi Eko Winardi: Stasiun Tugu

Puisi Eko Winardi: Stasiun Tugu

Puisi Eko Winardi: STASIUN TUGU (1) Senja itu di Stasiun Tugu berat dan enggan tinggalkan kamu tatap dan lambaianmu mengantarku bersama derit roda, diatas rel berbatu Sinar terang lampu kota yang terlihat dari jendela berganti samar, bersulih bayang-bayang pepohonan ditelan gelap malam ditelan masa silam *** STASIUN TUGU (2) Subuh yang kurengkuh pun masih melenguh […]

Puisi Eko Winardi: Kepada Pemilik Sejarah

Puisi Eko Winardi: Kepada Pemilik Sejarah

KEPADA PEMILIK SEJARAH mengenang 6 tahun lumpur Lapindo Puisi Eko Winardi Mulanya retak dan merekah lalu pecah dan tumpah melebar dan terus menyebar ketika lumpur setinggi tumit hilang sandal jepit ketika lumpur setinggi pinggang hilang ternak dan kandang ketika lumpur setinggi bubungan hilang rumah dan sandang-pangan ketika lumpur setinggi kubah masjid goyangkan iman dan kesabaranku […]

Puisi Eko Winardi: Kembali ke Rumah kita

Puisi Eko Winardi: Kembali ke Rumah kita

KEMBALI KE RUMAH KITA Puisi Eko Winardi Kembali ke rumah kita setelah lelah ngembara berdua dan selalu bersama Kembali ke rumah kita yang kita bangun dengan pondasi cinta bukan dengan rasa iba Kembali ke rumah kita tuk jalani ritual suci bersetubuh hingga datang pagi Mari sini, mendekat kemari biar kuremas jemarimu Mari sini, mendekat kemari […]

Puisi Eko Winardi: Waisak

Puisi Eko Winardi: Waisak

WAISAK Puisi Eko Winardi di ufuk timur langit nampak benderang mengharap sang hyang candra akan tampak gemilang meski mendung bersekongkol dengan malam berencana menjadi penghalang. ada pergumulan di atas mendut -borobudur mantram-matram suci yang di unggah sejak siang tadi bergumul dengan suara penyanyi lagu iwak peyek yang berteriak keras dari vcd player murahan dari lapak […]