Tag Archive | Emha Ainun Nadjib

(Horison, 1975) Puisi Emha Ainun Nadjib: Sabana II

Puisi Emha Ainun Nadjib SABANA II sabana di bukit kemarau sabana bangkitkan rinduku senyap wajahMu memejam selipu salju penyap sukmaku melebur di atas mimpikuu sabana gembala anganku sabana ranumlah risauku langit biru mencabik segenap cintaku musim tak selesai menggiring kasihMu Jan. 1974 Sumber Majalah Horison, Nomor 5 tahun X, Mei 1975, halaman 144

(Horison, 1975) Puisi Emha Ainun Nadjib: Akan Ke Manakah Angin

Puisi Emha Ainun Nadjib: AKAN KE MANAKAH ANGIN akan ke manakah angin melayang tatkala turun senja yang muram kepada siapa lagu kuangankan kelam dalam kabut, rindu tertahan datanglah Engkau. Berbaring di sisiku turun dan berbisik dekat di batinku belenggulah s’luruh tubuh dan sukmaku kuingin menjerit dalam pelukanmu sampai di manakah berarak awan bagi siapa mata […]

(Horison, 1975) Puisi Emha Ainun Nadjib: Lagu Senja

Puisi Emha Ainun Nadjib: LAGU SENJA Di garis itu. Selalu Turun langit Mencium kening bumi Senantiasa. Tapi tak saling tahu Seperti rindumu Dua kutub Yang tak bertemu Malang, 1974 Sumber Majalah Horison, Nomor 5 tahun X, Mei 1975, halaman 144

(Horison, 1975) Puisi Emha Ainun Nadjib: Saksikanlah

Puisi Emha Ainun Nadjib: SAKSIKANLAH Saksikanlah matahari Porak peranda. Terengah dan Lupa Ujung hari Saksikanlah sebelum sama kepergok Sepi. Betapa kuyup ia dalam rohmu Saksikanlah sebelum akhirnya tahu, di cakrawala Yang menipu, tak berakhir katamu Malang, 1974 Sumber Majalah Horison, Nomor 5 tahun X, Mei 1975, halaman 144

(Horison, 1975) Puisi Emha Ainun Nadjib: Tidak Bisa Kau Biarkan Matahari

Puisi Emha Ainun Nadjib: TIDAK BISA KAU BIARKAN MATAHARI Tidak bisa kau biarkan matahari Menyerap daun daun Dan pohonan sampai ngungun (Di tanganmu seseorang bergegas turun) Tidak bisa kau biarkan matahari Menyengat genting-genting. Lalu pijar dari dalam bumi Dan memecah bukit-bukit ini. Tidak bisa dibiarkan Dan kau lupa yang menerbitkan apinya Tidak bisa kau biarkan […]

(Budaja Djaja, 1974) Puisi Emha Ainun Nadjib: Membayang Beribu Warna di Angkasa

Puisi Emha Ainun Nadjib: MEMBAYANG BERIBU WARNA DI ANGKASA Membayang beribu warna di angkasa Mengalir berjuta suara, jauh di rongga dada Adakah kenangan galib, adakah rawan, giris menyalib Berenang sukmaku di laut kebahagiaan yang gaib Akan sampai ke manakah perahuku hanyut Mengarung di atasnya, bulanpun larut Ombak mengguncang, rahsia sepanjang hari tersandung Dalam kabut rindu […]

(Budaja Djaja, 1974) Puisi Emha Ainun Nadjib: Tentu Anginlah yang Menyembunyikan Wajah Kasihku di Tengah Ombak Hari

Puisi Emha Ainun Nadjib: TENTU ANGINLAH YANG MENYEMBUNYIKAN WAJAH KASIHKU DI TENGAH OMBAK HARI Tentu anginlah yang menyembunyikan wajah kasihku di tengah ombak hari Jikapun suara, tentu anginlah yang menyulut keasingannya Dekap aku, O Engkau, lelapkan dalam mimpi Dekap aku, jika rindu abadi 1974 Sumber: Majalah Budaja Djaja, Nomor 76 tahun VII, September 1974, halaman […]