Tag Archive | Fauzan Mahdami

Puisi Fauzan Mahdami: Pancasila

Puisi Fauzan Mahdami: Pancasila

PANCASILA Puisi Fauzan Mahdami Ketika “Ketuhanan yang maha Esa” Menjadi Ketuhanan yang berdasar uang dan kekuasaan Saat Tuhan disebutkan keras, namun tak mampu dihadirkan dalam hati dan jiwanya Saat nama Tuhan diperjualbelikan dengan harga murah Saat saat membantai atau menyiksa manusia lainnya atas nama Tuhan Maka runtuhlah nilai dan keberadaan Tuhan itu dalam jiwanya Ketika […]

Puisi Fauzan Mahdami: Ada

Puisi Fauzan Mahdami: Ada

ADA   Puisi Fauzan Mahdami Keadaan yang tiada Diantara ada dan tiada Kadang ada tapi tiada Sering ada namun tiada lagi Terasa ada yang mungkin tiada Mungkin ada dalam ketiadaan Keadaan tenggelam di ketiadaan Kau ada sesudah itu tiada Adalagi tiada lagi Tak ada yang tiada Tiada yang  tak ada Adayang tiada Adakah ketiadaan ada?

Puisi Fauzan Mahdami: Siapa Aku?

Puisi Fauzan Mahdami: Siapa Aku?

SIAPA AKU? Puisi Fauzan Mahdami Jika kau ingin melihat lembah naiklah ke puncak gunung Jika ingin melihat puncak gunung Terbanglah ke awan Jika ingin melihat aku Pejamkan matamu dan bayangkanlah. Aku tak mengerti mampu bercerita tentang sepi yang berbisik, mampu menambatkan luka pada suara yang melirih dan mampu menyerahkan keabadian kasih pada pengembara asing yang […]

Puisi Fauzan Mahdami: Semoga Ini Bisa Jadi Renungan

Puisi Fauzan Mahdami: Semoga Ini Bisa Jadi Renungan

SEMOGA INI BISA JADI RENUNGAN Puisi Fauzan Mahdami ada kata tak bermakna, ada asa tak berucap, ada kalimat tak bertanda, ada hidup yang berawal gelisah jiwa tak terjawab asah pikir tak menapak dalam gerak tapi diam dalam diam kau bergerak aku jatuh aku bangun terjatuh lagi kubangun lagi berjatuhan tak terbangunkan dijatuhkan ada yang membangunkan […]

Pelarangan Buku: Sebuah Pembodohan Massal (5 – Selesai) – Catatan Fauzan Mahdami

Pelarangan Buku: Sebuah Pembodohan Massal (5 – Selesai) – Catatan Fauzan Mahdami

PELARANGAN BUKU: SEBUAH PEMBODOHAN MASSAL (5) Catatan Fauzan Mahdami  Tindak pelarangan buku yang sulit dimengerti akhirnya hanya menciptakan ketakutan masyarakat, khususnya komunitas penulis dan penerbit, sebagian berkembang lebih jauh menjadi sikap sinis dan apatis yang berakibat pembunuhan kreativitas sendiri. Tidak adanya konsistensi dan kejelasan kriteria mungkin menjadi sebab utama di sini. Hal yang lebih menyulitkan […]

Pelarangan Buku: Sebuah Pembodohan Massal (4) – Catatan Fauzan Mahdami

Pelarangan Buku: Sebuah Pembodohan Massal (4) – Catatan Fauzan Mahdami

PELARANGAN BUKU: SEBUAH PEMBODOHAN MASSAL (4) Catatan Fauzan Mahdami   Penyensoran dan pelarangan pada masa Orde Baru ditunjukkan dengan peran birokrasi pemerintah dan aparat keamanan yang terlibat dalam urusan kehidupan kebudayaan di awal kekuasaannya tidak kurang dari 46 penerbitan pers ditutup berikut percetakan dan usaha penerbitan lainnya. Melalui Instruksi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan No. 1381/1965, lebih […]

Pelarangan Buku: Sebuah Pembodohan Massal (3) – Catatan Fauzan Mahdami

Pelarangan Buku: Sebuah Pembodohan Massal (3) – Catatan Fauzan Mahdami

PELARANGAN BUKU: SEBUAH PEMBODOHAN MASSAL (3) Catatan Fauzan Mahdami  Pelarangan Di Jaman Orde Baru   Tidak lama setelah kudeta yang menamakan dirinya Gerakan 30 September, Soeharto secara de facto kemudian memegang kekuasaan yang kemudian dikukuhkan sebagai presiden, rezim ini kemudian menamakan dirinya sebagai Orde Baru (oleh para pendukungnya hal ini merupakan sebuah antitesis dari kondisi Orde […]

Pelarangan Buku: Sebuah Pembodohan Massal (2) – Catatan Fauzan Mahdami

Pelarangan Buku: Sebuah Pembodohan Massal (2) – Catatan Fauzan Mahdami

PELARANGAN BUKU: SEBUAH PEMBODOHAN MASSAL (2) Catatan Fauzan Mahdami  Pelarangan Buku Di Indonesia  Bahan cetakan yang terbit pada awal abad ke-20 di Hindia Belanda – yang muncul dalam bentuk buku, novel, surat kabar, pamphlet dan brosur- adalah produk kebudayaan yang penting dalam perkembangan politik. Dalam pergerakan nasional Indonesia di awal abab 20 tersebut, bahan bacaan […]

Pelarangan Buku: Sebuah Pembodohan Massal – Catatan Fauzan Mahdami

Pelarangan Buku: Sebuah Pembodohan Massal – Catatan Fauzan Mahdami

PELARANGAN BUKU: SEBUAH PEMBODOHAN MASSAL Catatan Fauzan Mahdami  Setiap pemegang kekuasaan selalu cenderung mempertahankan kekuasaan yang dimilikinya. Semua hal yang bertentangan dengannya atau kekuatan yang mencoba mengambil kekuasaan akan dihambat bahkan diberantas. Lalu ancaman apa yang ditimbulkan oleh bacaan terhadap kekuasaan? Terkadang sebuah buku menjadi momok bagi penguasa yang harus segera dihancurkan atau disingkirkan bila […]

Puisi Fauzan Mahdami: Pertemuan

Puisi Fauzan Mahdami: Pertemuan

PERTEMUAN ? Puisi Fauzan Mahdami Kadang ada memang yang harus diungkap, saat ilalang melambai gelisah, saat tangisan alam memberi kabar, saat gumintang sedih tuk sampaikan kerinduan yang tak sampai Jarum kasih menusuk pembuluh darah, Mengalir sampai otak Aku dimabukkan akan pertemuan yang tak pernah ada Hanya pepohonan membisikkan aku bahwa kesejatian cinta menanti entah berapa […]

Puisi Fauzan Mahdami: Denting Nada

Puisi Fauzan Mahdami: Denting Nada

DENTING NADA  Puisi Fauzan Mahdami Adasatu nada yang sengaja aku samarkan dentingnya Dari bait lagu cinta yang tercipta Adarasa untuk yang terkasih Adasatu kata yang tak mampu aku tulis dengan sempurna Pada akhir sebuah cerita.. Akhir kata sebuah cinta Aku lukis ketakutan akan kehilangan dan keraguan dalam sebuah irama hati yang  hampir tak bernada (Untukmu […]

Puisi Fauzan Mahdami: Bunga Bumi Utara

Puisi Fauzan Mahdami: Bunga Bumi Utara

BUNGA BUMI UTARA  Puisi Fauzan Mahdami Kumbang itu mencari sari bunga Bunga tersuci dari bumi Utara Yang selalu mekar walau mendung menutupi mentari Diserap sarinya tak kunjung habis Sinarnya biru keremangan Dia abadi bak edelweis di puncak Alpen Suaranya merdu mendesah Membuat gunung Himalaya bergetar Tumbuh disemai mata air semesta Deburan ombak membuatnya semakin tegar […]

Puisi Fauzan Mahdami: Aku Mencintaimu Setulus Hatiku

Puisi Fauzan Mahdami: Aku Mencintaimu Setulus Hatiku

AKU MENCINTAIMU SETULUS HATIKU  Puisi Fauzan Mahdami Aku mencintaimu setulus hatiku Yang kukirim lewat lagu dan senandung rindu Dari getaran terdalam jiwaku Kuucapkan saat gelombang menderu sore itu di saat bintang-bintang berbisik ceria aku mencintaimu setulus hatiku saat kudekap erat dirimu dan desahan nafasmu mendesir ditelingaku ditengah hijaunya rerumputan yang sedikit berembun aku mencintaimu setulus […]

Puisi Fauzan Mahdami: Sekedar

Puisi Fauzan Mahdami: Sekedar

SEKEDAR Puisi Fauzan Mahdami Aku makan untuk hidup, bukan hidup untuk makan Aku mencari uang untuk hidup, bukan hidup untuk uang Aku berkawan untuk hidup, bukan hidup dari kawan Aku mengasihi untuk hidup, bukan hidup hanya untuk kasih Aku mencintai untuk hidup dan hidup tidak sekedar untuk mencintai *** _____________

Puisi Fauzan Mahdami: Ada Sabda Berkata

Puisi Fauzan Mahdami: Ada Sabda Berkata

ADA SABDA BERKATA Puisi Fauzan Mahdami Ada air mata yang tak tertumpah, tak terperikan Mayat membusuk diantara cengengesan para pialang nyawa Tak dihargai, mengeruk uang berbau busuk Dari sisa-sisa luka tak tak pernah sembuh Akankah ini berakhir? Tidak! Ini tidak bisa dibiarkan! Malaikat maut memang terus mengintai Mengintai jiwa-jiwa yang rapuh yang akan berkalang tanah […]

Puisi Fauzan Mahdami – Suatu Senja di Tepi Pantai

Puisi Fauzan Mahdami – Suatu Senja di Tepi Pantai

SUATU SENJA DI TEPI PANTAI  Puisi Fauzan Mahdami Kering dan berdebu Terhampar lautan pasir Sepanjang jalan menuju pantai Berhadapan dengan samudra atlantik Dari jejak yang kau torehkan pada bumi sub-sahara Angin sedikit menyibak rambutmu Bagai emas yang diterpa mentari Berkilau pantulkan sinar surya Ditepi pantai berpasir putih Kau bergumam tentang rindu Mentari senja itu Masih […]

Puisi Fauzan Mahdami – Igau rindu

Puisi Fauzan Mahdami – Igau rindu

IGAU RINDU  Puisi Fauzan Mahdami Kesunyian nada hentakkan rindu Ritme notasi lagu getarkan sepi, Teriring tarian senyap Tangga nada semakin naik Frase lagu antarkan jiwa dalam pembaringan Dikasur bersprei dentingan gitar kehampaan Aku akan datang dengan syair kehangatan Antarkan tidurmu dalam mimpi Tentang taman teratai Bergumul dengan kembang setaman (waktu itu kau mengigau masih tersisa […]

Puisi Fauzan Mahdami: Kuda dan Tuan

Puisi Fauzan Mahdami: Kuda dan Tuan

KUDA DAN TUAN  Puisi Fauzan Mahdami Bulan meradang menanti purnama yang tak kunjung datang Ketika gelas retak oleh bisikan pepohonan yang bercerita tentang keangkuhan, ketamakan, dusta, kemunafikan, penghianatan Waktu itu kau bilang  akan menjaring samudra Kau bilang adalah sahabatku tapi kau hianati aku Kau bilang akan membantuku tapi kau telikung aku Kau bilang dunia indah […]

Puisi Fauzan Abschuetz Mahdami: Teruntuk Sondang Hutagalung

Puisi Fauzan Abschuetz Mahdami: Teruntuk Sondang Hutagalung

TERUNTUK SONDANG HUTAGALUNG Puisi Fauzan Abschuetz Mahdami Kawanku Sondang Hutagalung, Mungkin sudah kau baca habis kisah Jun Tae IL Yang meningatkanku akan seorang pemuda yang menjadikan diri martir  bagi perjuangan buruh di Korea Mungkin juga kau mencermati dan hayati kisah Bouazizi di Tunisia Atau kau ikuti kisah biksu di India atau Tibet atau kisah-kisah martir […]

Puisi Fauzan Mahdami: Aku sang Peziarah Jaman

Puisi Fauzan Mahdami: Aku sang Peziarah Jaman

AKU SANG PEZIARAH JAMAN Puisi Fauzan Mahdami Aku menziarahi  jaman ini Menjelajah situs peradaban keserakahan manusia Menyambangi kuil-kuil kesombongan dan kepongahan Yang dijaga oleh para durna yang siap mengokang senjata Aku melihat orang-orang berkerumun Melafalkan mantra-mantra kepasrahan Melafalkan doa-doa kesedihan Tak berdaya, tak kuasa, tak melakukan upaya Kuil-kuil itu dibangun sebagai penanda Penada sang penguasa […]