Tag Archive | Indra Tranggono

(Masa Kini, 1981) Puisi Indra Tranggono: Catatan Suci Buat Ayah

Puisi Indra Tranggono: CATATAN SUCI BUAT AYAH Kerut merut di wajahmu membayangkan sebuah jalan yang hendak kau selesaikan setelah petualangan belantara dan mulut naga kau tiba-tiba kalap ketika darah dan api telah kau reguk sepuasmu lalu kau mabuk dan kealpaan memenjara anganmu Sumber: Harian Masa Kini, 31 Januari 1981

(Masa Kini, 1984) Puisi Indra Tranggono: Kebon Binatang

Puisi Indra Tranggono: KEBON BINATANG Pemilik kebon binatang bingung bukan kepalang gajah, singa, macan dan seluruh binatang lepas dari kandang Tak perlu pasukan bersenjata mereka terlalu jinak untuk diserang Binatang-binatang  duduk di bangku piwulang Binatang-binatang berbaju seragam Binatang-binatang membentangkan program Binatang-binatang rajin berdoa di rumah Tuhan Pemilik kebon binatang Tak lagi pusing cari makanan dan […]

(Masa Kini, 1984) Puisi Indra Tranggono: Kutu Busuk

Puisi Indra Tranggono: KUTU BUSUK Kuurungkan niatku membunuh kutu busuk yang menyelinap di lembar-lembar buku kamusku. Perutnya buncit. Seluruh kata- kataku sudah dihisap darahnya. Bapakku berkata: “Jangan kau bunuh, Betapapun ia saudaramu!” “Tapi Bapak, saudaraku telah membunuh saudaranya yang mencuri piala itu dicairkan untuk menyumbat tangis anak istrinya” Bapakku berkata: “Maklumilah, saudaramu telah alpa” “Tapi […]

(Masa Kini, 1984) Puisi Indra Tranggono: Kota Renta 3

Puisi Indra Tranggono: KOTA RENTA 3 Di bumi berpeluh berjuta keluh disaring udara meneteskan keringat papa Keringat orang-orang papa lahir dari rahim jiwa teraniaya tak sempat mengucap dendam selain bergayut di hati Nya Sumber: Harian Masa Kini, 5 Oktober 1984

(Masa Kini, 1984) Puisi Indra Tranggono: Sajak lakilaki

Puisi Indra Tranggono: SAJAK LAKILAKI kesangsian dan keniscayaan membakar usia menjadikannya siang yang memburu menghadirkan Ia sepenuhnya sebelum hari bernama petang sebagai lelaki ia keringat nelayan akrab gelombang keringat ibu melahirkan anaknya keringat petani akrab cangkul dan tanaman sebagai lelaki ia loncati segala suasana penjara sekaligus kemerdekaan cermin dunia yang memabukkan karena lelaki reguk semuanya […]

(Masa Kini, 1984) Puisi Indra Tranggono: Dalam Permainan Ini Siapa Punya Hati

Puisi Indra Tranggono: DALAM PERMAINAN INI SIAPA PUNYA HATI orang-orang membanting kartu di atas simbahan air mata sepiring duka dan sederet nol-nol sungkawa disajikan dalam pesta air muka mereka yang keruh dicuci bayangannya sendiri sedang ruh sejati pergi sejak pagi (ini skenario yang musti dijalani dan sutradara amat berkepentingan akan sejarah) di atas permainan ini […]

(Masa Kini, 1984) Puisi Indra Tranggono: Sajak Perbatasan

Puisi Indra Tranggono: SAJAK PERBATASAN burung-burung tiba-tiba menjadi liar melepas sangkar membakar belukar burung-burung menyergap persembunyianku paruhnya berdarah lukaku basah di bawah pohon randu mereka tanam pisauku dikuburnya dengan kicau aku berlari meninggalkan hutan kakiku berdarah rumput-rumput belati menancap sisa nicayaku kugantung di dinding gua dari celahnya kuintip burung-burung oleh tatap matanya niatku urung menggapai […]