Tag Archive | Inin Nastain

Puisi Inin Nastain: Jangan Tatap Aku Cantik

Puisi Inin Nastain: Jangan Tatap Aku Cantik

JANGAN TATAP AKU CANTIK Puisi Inin Nastain Cantik… Aku tak suka kau tatap mataku saat ku ucapkan kata, Cantik… Fokuskan saja lah matamu ke gerak bibir ku… Ucapku akan buyar, saat kau tatap mataku, Cantik… Biarkan aku saja yang menatap matamu, sambil aku hitung detak detik waktu saat kau palingkan muka untuk kemudian menoleh ku […]

Puisi Inin Nastain: Aku Hanya Ingin Dekap Kau

Puisi Inin Nastain: Aku Hanya Ingin Dekap Kau

AKU HANYA INGIN DEKAP KAU Puisi Inin Nastain Sungguh aku ingin menjadi sosok Siti Khodijah, yang mampu menenangkan Muhammad SAW, ketika kau dalam gundah. Ingin aku tenangkan hatimu dalam dekapanku.. Sungguh, aku ingin menjadi seperti Abu Thalib yang siap pasang badan ketika kaum Quraisy mengancam keselamatan Muhammad SAW. Ingin aku lindungi kau dengan sebilah pedangku. […]

Puisi Inin Nastain: Hayal Kenthir

Puisi Inin Nastain: Hayal Kenthir

HAYAL KENTHIR Puisi Inin Nastain +hey, aku cinta kau! -ah, jangan lancang kau! +hey, kau yang jangan lancang sama Tuhan! -ah, kau bawa2 Tuhan lagi.. Apa perkara? +kau melancangi taqdir Tuhan! -taqdir yang mana yang aku lancangi? +ah, amnesia kau! taqdir rasa Tuhan yang kau lancangi -kita belum saling kenal +Tuhan tidak mewajibkan saling kenal […]

Puisi Inin Nastain: Aku Grogi Pada Hujan

Puisi Inin Nastain: Aku Grogi Pada Hujan

AKU GROGI PADA HUJAN  Puisi Inin Nastain Hujan sekarang ini, sungguh aku grogi.. Grogi karena kau diam-diam mengirim rindu padaku.. Mengalirkan itu pada rintik hujan yang berat Aku semakin menggigil.. Gigil menanggung rindu yang tak akan sanggup kau menanggungnya… Hey.. Jangan kau bilang aku lebay.. Nanti aku marah..  

Puisi Inin Nastain: Kau

Puisi Inin Nastain: Kau

KAU Puisi Inin Nastain Kau… Ya, Kau… Kau yang dengan keindahan yang tak pernah kau sadari… Dengan keelokan yang tak pernah kau pahami sendiri… Kau, yang selalu saja tak pernah jemu aku untuk mengagumi mu… Kau, yang selalu saja tidak sadar akan ke indahan yang kau miliki… Yang entah sampai kapan kau tak pernah sadar […]

Puisi Inin Nastain: Cawan Murtad

Puisi Inin Nastain: Cawan Murtad

CAWAN MURTAD Puisi Inin Nastain Pada sendi-sendi purnama dingin yang riuh. Aku titipkan salam di sela-sela selaput denyut nadimu.. Namun denyut nadi mu, empaskan alunan salamku yang mengalir.. Kau masih tegak, hujamkan diam dalam tandusnya hati yang merekah… Gontai angin lalu, kukuhkan kau memeluk eratnya embusan mimpi-mimpi indahmu Keringkan dan hanguskan langkah ringkih yang terhuyung. […]