Tag Archive | Iwan Simatupang

(Mimbar Indonesia, 1954) Puisi Iwan Simatupang: Inang Sarge

Puisi Iwan Simatupang: INANG SARGE Inang Sarge, Janda gembala. Di lereng bukit. Sendiri. Sekali. Datang pertapa Raja Inang Sarge Membagi sunyi Di puncak bukit. Inang Sarge, Dahaga bercinta. Tapi. Enggan berbagi Dengan puncak bukit. Kembali pertapa Ke puncak sunyi. Berkabar sunyi. –  Inang Sarge Lari, tinggalkan bukit. Inang Sarge, Janda sendiri. Kelana Kasih tak sampai. […]

(Zenith, 1953) Puisi Iwan Simatupang: Gemercik Gerimis di Retak Nisan

Puisi Iwan Simatupang GEMERCIK GERIMIS DI RETAK NISAN Pada satu kemarau berkepanjangan Di kerajaan padang hanya padang Bersabda baginda satu hari: Dari semua degup dan warna berlalu Satu harus utuh selalu: Lembut dan putih dari domba Rakyat gembala segera gali sumur Peras air dari lumpur Penyiram hijau padang-padang Tapi kemarau kian kering kian kering Bilangan […]

(Zenith, 1953) Puisi Iwan Simatupang: Embun Setitik Pada Salib Biru

Puisi Iwan Simatupang: EMBUN SETITIK PADA SALIB BIRU Gegar petir satu malam Atas bukitbatu di satu teluk Jauh Kelam Embun setitik hanya jatuh Salib yang terpancang atas bukitbatu (dari penghunibiara yang jadi perompak – Berakhir pertapa (dibatubatu) Penuh lumutbatu bewarna biru Dalam denyar sekilas dari petirlalu Tampak salibbiru gemetar Sebentar Terharu Embun setitik atasnya: linangbiru […]

(Zenith, 1953) Puisi Iwan Simatupang: Ada Datang Dayang ke Jakarta

Puisi Iwan Simatupang: ADA DATANG DAYANG KE JAKARTA Pada musik Ilham dari Jakarta (RRI) Di satu petang brelambai remang Datang satu dayang di gerbang Jakarta Ia datang cari putramahkota Dari kerajaan puripuri merah dibukitbukit hijau Yang telah tinggalkan cinta berlingkar sunyi di warna Dan pergi pacu pahlawan-takbernama (penyelamat merah dan hijau dibukit-bukit Dari cedera singa […]

(Zenith, 1953) Puisi Iwan Simatupang: Si Nanggar Tulo

Puisi Iwan Sumatupang: SI NANGGAR TULO Kepada Gadis Humbang*) Naggar Tullo bangkit dari danau Dari kembar biru dan hijau Hoi, tinggalkan cumbu dan partandang**) Nanggar Tullo datang datarantinggi Bawa lupa dan kecapi Hoi, mari nyanyi dan tumba! ***) Tekun malam daerahtandus Resah padangpadang lalang Semua kami tembus – Naggar Tullo, ayo cerita ayo dendang! “kali […]

(Mimbar Indonesia, 1954) Puisi Iwan Simatupang: Ziarah Malam

Puisi Iwan Simatupang: ZIARAH MALAM Tahun lalu ia lari tinggalkan biara Kerna tak tahu tempatkan kasih Pada Tuhan atau padrimuda Yang masuk biara kerna ingin tobat Dari dosa memperkosa ibutirinya Bulan lalu ia diangkut kesanatorium Kerna tak tahu apa lagi akan dikasihinya Setelah tuhan dan padrimuda ia tinggalkan Dan kasih yang membara di buah dadanya […]

(Mimbar Indonesia, 1954) Puisi Iwan Simatupang: Potret

Puisi Iwan Simatupang: POTRET Di sudut kamar seorang dara Tergantung potret serdadu senyum: “Tunggu! Sepulangku, bahtera kita kayuh! Di atasnya salib: pahlawankasih yang Belum jua pulang. Kini dara sudah lama tak menunggu lagi. Langkahlangkah pelan, yang biasa datang Menjelang tengahmalam dari kebunbelakang Bawa cium dan kembang – Takkan lagi kunjung datang. Di sudut kamar seorang […]