Tag Archive | Katedra M. Rajawen

R.U.W.E.T

R.U.W.E.T

Oleh:  Katedra Rajawen dan odi Shalahuddin Bapak kami ingin hidup damai, tentram dan terlindungi bukankah ini negeri para suci pernah berdiam para leluhur berbudi para pendiri negeri yang mencintai toleransi   Bapak kami ingin hidup damai, tentram dan terlindungi tempat kami hidup menjalani hari-hari dengan kerja dan karya, semangat untuk mengabdi membangun bersama negara dan […]

Satu Cinta Dua Agama (21 &  22 – Tamat) – Cerbung Fitri Y. Yeye & Katedra M. Rajawen

Satu Cinta Dua Agama (21 & 22 – Tamat) – Cerbung Fitri Y. Yeye & Katedra M. Rajawen

Oleh:  Fitri Y. Yeye dan Katedra M. Rajawen (21) “Ok..jika itu telah putusan final darimu. Sia- sia aku datang ke sini! Tetapi aku juga harus sadar mulai saat ini!” Hampir tak terdengar suara Rizal saat mengatakan itu seakan mengingatkan dirinya. “Selamat Ramli, jaga Tri baik-baik dan jangan kecewa. Agar kau tahu saja, aku sangat mencintainya. […]

Satu Cinta Dua Agama (19 & 20)

Satu Cinta Dua Agama (19 & 20)

Oleh:  Fitri Y. Yeye dan Katedra M. Rajawen Fera menanggapi dengan tawa riang dan berujar, ”Koko Li, kalau soal itu jangan khawatir. Keluargaku tidak akan mempermasalahkan hal itu. Kakakku saja menikah dengan orang Kristen dan tidak bermasalah selama ini hidup mereka. Nyatanya mereka bahagia dan saling menghargai!” “Oh, begitu? Jadi tidak masalah dan aku tidak […]

Satu Cinta Dua Agama (17 dan 18)

Satu Cinta Dua Agama (17 dan 18)

Oleh  :  Katedra M. Rajawen & Fitri Y. Yeye (17) Ramli ya?!” Sekali lagi Li mengulang pertanyaannya tentang sosok yang ditanyakan Tri. Entahlah, mengapa Li masih menyimpan rasa cemburu di hatinya. Namun cepat-cepat ditepisnya, karena sadar, bukankah Tri tidak menjadi kekasihnya lagi? Bahkan ia telah menganggap Tri sebagai adiknya. “Bagaimana, Ko?” Pertanyaan ulang Tri mengagetkan […]

Satu Cinta Dua Agama (15 & 16) – Cerbung Fitri Y. Yeye & Katedra M. Rajawen

Satu Cinta Dua Agama (15 & 16) – Cerbung Fitri Y. Yeye & Katedra M. Rajawen

Oleh  :  Fitri Y. Yeye & Katedra M. Rajawen (15) Rasanya waktu terlalu cepat bagi Tri dan Li untuk berpisah saat ini. Karena menerima kabar yang kurang baik mengenai keadaan Mama Tri di kampung, perasaan tak ingin berpisah itu bisa diredam. Tentunya keadaan ini adalah waktu yang baik untuk mencairkan hubungan percintaan Tri dan Li […]

Satu Cinta Dua Agama (13 & 14)

Satu Cinta Dua Agama (13 & 14)

Oleh  :  Fitri Y. Yeye & Katedra M. Rajawen (13) “Tri, Tri, mengapa cinta kita yang begitu tulus dan suci ini tak dapat dipersatukan juga. Perpisahan ini memang layak kita sesali, namun mengapa harus ada pertemuan dikala itu dan membuat kita saling jatuh cinta?!” Li masih menyisakan sedikit penyesalan direlung hati. “Ya . . . […]

Satu Cinta Dua Agama (11 & 12)

Satu Cinta Dua Agama (11 & 12)

Oleh  :  Fitri Y. Yeye & Katedra M. Rajawen (11) Koko Liiii. . . Ko, tunggu, tunggu aku !” Li membalikkan tubuhnya ke arah suara yang sangat ia hafal itu. Tri setengah berlari mengejarnya, dengan travel bag berukuran sedang diseretnya. Ia tidak memperdulikan orang-orang di bandara itu memandanginya. Li kaget dan tidak percaya dengan sosok […]

Satu Cinta Dua Agama (9 & 10) – Cerbung Fitri Y. Yeye & Katedra M. Rajawen

Satu Cinta Dua Agama (9 & 10) – Cerbung Fitri Y. Yeye & Katedra M. Rajawen

Oleh  : Fitri Y. Yeye & Katedra M. Rajawen (9) Malam kian larut, hawa malam terasa semakin dingin sama sekali tidak dirasakan tiga orang yang tengah serius berdiskusi di ruang tamu di rumah Tri. Kopi panas masih mengepulkan asapnya yang menebar aroma khas. Ubi rebus yang tadi sempat disuguhkan Tri satu-persatu mulai berkurang dari wadah […]

Satu Cinta Dua Agama (8)

Satu Cinta Dua Agama (8)

Oleh  :Fitri.y Yeye & Ketedra Rajawen (Kolaborasi sehati) Papa mengajak Li duduk di ruang tamu. Li mengikut saja dengan perasaan mulai sedikit grogi. Tri menyuguhkan ubi rebus yang masih panas di meja tamu bertaplak coklat berenda itu. Dua gelas kopi panas tak lupa pula dibuatkan Tri. Meskipun Tri tahu dua lelaki dewasa itu masih kenyang, […]

Satu Cinta Dua Agama (7)

Satu Cinta Dua Agama (7)

Oleh  :Fitri.y Yeye & Ketedra Rajawen (Kolaborasi sehati) Malam menjelang, saat yang membuat Tri sedikit gelisah, menunggu tiba saatnya Li menyampaikan maksud hati kedatangannya kepada kedua orangtuanya. Sementara itu suara jangkrik di halaman belakang memberi tanda kalau siang telah berlalu. Gelap telah menyebar kemana-mana. Suara adzan maghrib berkumandang dengan syahdunya. Sebagai keluarga yang taat beribadah, […]

Satu Cinta Dua Agama (6)

Satu Cinta Dua Agama (6)

Oleh  :Fitri.y Yeye & Ketedra Rajawen Kolaborasi sehati Bila ada keyakinan di dalam cinta, maka harapan akan selalu ada…… “Kejutan! Li, kekasihmu mau datang kemari, Tri ? Mau melamar kamu?” Rizal bertanya karena memang mendengar pembicaraan Tri dengan kekasihnya barusan. Belum sempat Tri menjawab, Rizal sudah meneruskan seakan tidak memahami perasaan Tri yang sedang berkecamuk, […]

Satu Cinta Dua Agama (5)

Oleh  : Fitri Y. Yeye & Katedra M. Rajawen Bagian Sebelumnya: Satu Cinta Dua agama (1) Satu Cinta Dua Agama (2) Satu Cinta Dua Agama (3) Satu Cinta Dua Agama (4) Cinta seharusnya menciptakan sebuah keindahan bagi hidup anak manusia…..lalu mengapa harus ada kebimbangan dan kegelisahan menghampiri??? Tri masuk ke kamarnya, tanpa membahas apa-apa hasil […]

Satu Cinta Dua Agama (4) – Cerbung Fitri Y. Yeye & Katedra M. Rajawen

Oleh  :  Fitri Y. Yeye & Katedra M. Rajawen Ketika cinta harus memilih, diantara pilihan hati, keimanan, dan keadaan. apa yang akan terjadi? Tri menikmati kesendirian perjalanannya antara gembira bercampur, dengan dua kerinduan yang berbeda. Kendaraan yang ditumpangi terus melaju, walaupun lelah Tri tak sedikitpun memejamkan matanya. Antara wajah Li dan kedua orangtuanya selalu membayang […]

Satu Cinta Dua Agama (1) – Cerbung Fitri Y. Yeye & Katedra M. Rajawen

Satu Cinta Dua Agama (1) – Cerbung Fitri Y. Yeye & Katedra M. Rajawen

Oleh  : Fitri Y. Yeye & Katedra M. Rajawen Adakah dosa bila sepasang anak manusia yang memiliki hati dan perasaan harus jatuh cinta pada pandangan pertama.? Demikianlah Li dan Tri dipertemukan saat pertama kalinya di sebuah universitas di Jakarta. Dimana Li yang berasal dari Kalimantan Barat dan Tri datang dari Sumatra Barat dikirim untuk kuliah […]

Satu Cinta Dua Agama (2) – Cerbung Fitri Y. Yeye & Katedra M. Rajawen

Satu Cinta Dua Agama (2) – Cerbung Fitri Y. Yeye & Katedra M. Rajawen

Oleh  :  Fitri Y. Yeye & Katedra M. Rajawen Terik sekali matahari siang itu menyengat Jakarta. Tri menunggu Li di sebuah café biasa mereka betemu. Tak lama Li datang menghampirinya. “Ada kemajuankah ?” Tanya Li segera. ” Semalam aku bicara lagi sama Mama, hasilnya masih sama seperti yang kita duga.” Jawab Tri tanpa gairah. “Aku […]

Satu Cinta Dua Agama (3) – Cerbung Fitri Y. Yeye & Katedra M. Rajawen

Satu Cinta Dua Agama (3) – Cerbung Fitri Y. Yeye & Katedra M. Rajawen

Oleh  :  Fitri Y. Yeye & Katedra M. Rajawen Airmata masih belum mengering dari pipi Tri, sementara sang kekasih Li, dapat menahan diri untuk tidak larut dalam kesedihan. Tri, masih tiada habis tanya, mengapa ia dan Li bisa jatuh cinta hanya pada pandangan pertama dan langsung sehati?! Mengapa dan mengapa? Bukankah ini yang namanya jodoh? […]

Jeung Siti, Rela Meninggalkan Karier Cemerlang Demi Keluarga

Jeung Siti, Rela Meninggalkan Karier Cemerlang Demi Keluarga

Oleh  :  Katedra M. Rajawen * Sesuatu hal yang dicapai dengan susah payah dan kerja keras, kemudian bisa menikmati kemapanan dan kenyamanan. Siapakah yang rela meninggalkannya? Tentu memerlukan kekuatan hati untuk bisa melepaskan kesuksesan karier yang telah dicapai. Namun yang seringkali dilupakan adalah ada harga yang harus dibayar dibalik itu semua! * Jeung Siti, wanita […]

Wanita Tanpa Suami Tegarlah (Inspirasi Untuk Wanita 2)

Wanita Tanpa Suami Tegarlah (Inspirasi Untuk Wanita 2)

Oleh  :  Katedra M. Rajawen   Duduk membisu memandang sayu Dua anak dalam dekapan pilu Hatinya nyeri tertusuk sembilu Melayang jauh Sang suami asik bercumbu Memperlakukannya bagai babu Menceraikannya, dan ia hanya dapat membisu Ibukota yang menjadi harapantak ramah baginya Terlanjur sudah menjadi derita Airmatapun menjadi sia-sia Trotoar menjadi temannya kini Melepaskan lelah setiap hari […]

wanita Tanpa Suami, Kuatlah [Inspirasi untuk Wanita 1]

wanita Tanpa Suami, Kuatlah [Inspirasi untuk Wanita 1]

Oleh  : Katedra M.  Rajawen Jadikanlah air mata kesedihanmu hari ini, menjadi airmata kebahagian dan kekuatan pada esok hari! *     Di kamar mayat yang dipenuhi warna putih, wanita itu menangis sejadinya dalam kesesakan. Airmatanya tiada henti mengalir. Suaranya tak lelah memanggil nama suaminya. Tak terperihkan hatinya, mengingat baru 38 tahun, sang suaminya harus […]

“Kami Bangga Membunuh” (Iblis Berpesta)

– Oleh: Katedra M Rajawen __________________________________ Ketika hati nurani telah dibutakan, manusia tidak sadar lagi, apakah Tuhan atau iblis yang ada didalam dirinya, sehingga sulit membedakan antara sesat dan benar. Seorang yang berpenampilan layaknya pemuka agama, muncul bak pahlawan dengan gagah perkasa. Dengan semangat ia berkata: Jangan banyak bicara Jangan menghina Diam semuanya Atau Anda […]

Tersesat dalam Agama

  Oleh: Katedra M. Rajawen _______________________________________________   Agama adalah Jalan… Jalan untuk menuju kepada Kebenaran Jalan menuju kepada Kehidupan Jalan menuju kepada Kebaikan Jalan untuk saling Mengasihi Dan jalan menuju kepada Pencerahan Namun…. Mengapa? Agama menjadi jalan menuju kepada kesalahan Jalan kepada kematian Jalan kepada kejahatan Jalan untuk saling membenci Dan jalan menuju kepada kesesatan […]