Tag Archive | Kiswondo

Puisi Kiswondo: Song For Mr. Keynes

SONG FOR MR. KEYNES Puisi Kiswondo Mimpi busuk ini cukuplah. Menjadi kerak di ulu jantung kami. Atau menjadi monster seram, yang dengan taring-taringnya menyayat-nyayat hati kami. Takkan kami biarkan lebih dari itu. Karena sudah terlampau berat bagi kami untuk menyusuri kota yang telah kau bakar, serta telah kau rampasi harapan hidup warganya, kau runtuhkan monumen […]

Puisi Kiswondo: Tangisan Tanah Rawan

TANGISAN TANAH RAWAN Puisi Kiswondo (untuk kecintaan pada bumi Indonesia dan degradasi ekologi akibat pembangunan) Pidie,aku mendengar jerit tangismu.memenuhi rongga dadaku. Mengalirkan air mata, penuh sekatan mengiris. Kau teriak serak ketika banjir menghajarmu habis. Pidie.Tuhan hujan ini, rahmat ataukah petaka bagi kami.anak-anak kami menangis sampai ke kerak mimpinya. Sawah tak panen kerna banjir. Mereka kelaparan. […]

Puisi Kiswondo: Dongeng yang Mengulang Diri

DONGENG YANG MENGULANG DIRI Puisi Kiswondo  Begitulah terjadi, kembali matahari membuka pagi di Asia. orang-orang menghambur dari rumah ngunggun, berburu mimpi. ke jalan-jalan, ngiler oleh sahwat, yang terpancar dari kelamin baliho iklan. menuju orgasme khayali. muncrat sudah. dan bagai binatang,mendengus memburu makin tak peduli. temikitan terus berulang. Bagaikan dongeng yang terus mengulang-ulang diri. tanpa berkesudahan. […]

Puisi Kiswondo: Nyanyian Pemecah Batu

NYANYIAN PEMECAH BATU Puisi Kiswondo Mengayun pagi di kampung batu menyusun masa depan  sebuah negeri yang berpenduduk 182 juta mulut yang semuanya butuh disuapi nasi, membuka penanggalan menuju dunia baru, yang kuning menua,membuka catatan hari-hari yang telah berlalu, yang terlipat kumal di dalam saku celana kolor yang kumal pula: ternyata seperti memburu cakrawala yang terus […]

Puisi Kiswondo: Indonesia Membongkar Diri

INDONESIA MEMBONGKAR DIRI Puisi Kiswondo 1997 Indonesia membongkar istana pasir. yang didirikan oleh tangan-tangan berlumuran darah; jiwa-jiwa yang dahaga dan lapar harta dalam 32 tahun dinasti. dalam sehari, hanya dalam sehari, Indonesia membongkar diri. 1998 Indonesia menyakiti diri sendiri. membongkar luka lama; menyibak tirai semu pembangunan; dalam bimbang dan ratapan lara yang melarat-larat. dalam sehari, […]

Puisi Kiswondo: Lonceng Kematian bagi Intelektual Pikun

LONCENG KEMATIAN BAGI INTELEKTUAL PIKUN Puisi Kiswondo adakah mata dan telingamu, sudah tak sanggup lagi melihat dan mendengarkan. orang-orang yang berlarian pontang-panting sambil berteriak kalap, meneriakkan tangisan kekalahan. kerna nurani yang dikoyak-koyakkan oleh bayonet dan lalu dikencingi oleh cukong-cukong, ataukah ada selubung kebijaksanaan semu yang membungkusmu, sebab terlalu lama membaca buku-buku tebal. yang penuh simbol-simbol […]

Puisi Kiswondo: Catetan di Penghujung 1993

CATETAN DI PENGHUJUNG 1993 Puisi Kiswondo tak ada lagi puisi yang bisa ditulis. sejak hari-hari rontok berguguran. bersama gerimis dan air mata yang netes membahasi tanah ini, indonesia. Sebab hati sudah kelewat pucat dan kehabisan keluh-kesah dan umpatan. hidup dipasung pada kalender peringatan hari-hari besar, selama setahun penuh. maka di ujung tahun ini kita hanya […]