Tag Archive | Lailatul Kiptiyah

Puisi Lailatul Kiptiyah: Di Pohon Rubuh

Puisi Lailatul Kiptiyah: Di Pohon Rubuh

  DI POHON RUBUH Puisi Lailatul Kiptiyah sebab hujan menderas maka puyuh dan guruh meriuh mengantar tubuhmu rubuh senja pun telah menua ketika pendar hujan sirna tubuhmu yang rubuh lantas menggigil menghamburkan daun-daun luka oh, pernah bermusim lalu seorang lelaki datang bernaung di hijaumu yang rindang menunggu seseorang membawa berlembar-lembar rindu di buku matanya yang […]

Puisi Lailatul Kiptiyah: Bersepi di Mimpi

Puisi Lailatul Kiptiyah: Bersepi di Mimpi

BERSEPI DI MIMPI   Puisi Lailatul Kiptiyah dari setangkai sunyi mekarlah sekelopak sepi mengabarimu perihal mimpi mimpi yang serupa kelana burungburung merubung pagi hingga petang menabur kidung dari akar malam tumbuhlah batangbatang kelam merimbuni relungrelung suram lalu dari cungkup samudra ombak menggulung deru angin menajamkan beliung melesatkan sepi memintasi lembah dan gunung menuju puncak tertinggi: […]

Puisi Lailatul Kiptiyah: Perempuan Itu

Puisi Lailatul Kiptiyah: Perempuan Itu

PEREMPUAN ITU   Puisi Lailatul Kiptiyah perempuan itu bergegas mengakhiri menyirami bunga-bunganya dalam pot-pot berjajar rapi di teras bayang matahari yang condong ke barat menyelusup lembut  lewat tingkap-tingkap selasar rumah kayunya mendesirkan sedikit perasaan hangat garis-garis wajahnya tidak mudah dibaca perpaduan lembut tegas rapuh juga trengginas saban petang ia menyiapkan jamuan sederhana di atas meja […]

Puisi Lailatul Kiptiyah: Jamak

Puisi Lailatul Kiptiyah: Jamak

JAMAK Puisi Lailatul Kiptiyah sungguh aku tak hendak memintamu banyak hanya mengerti rindu yang kusamak dalam sajak seperti malam yang perlahan merangkak mengajar fajar lembut menanjak ke ubun matahari: merimbunkan awan berarak untuk kemudian pecah menjadi sedan yang menitisi pundak membuat rindu menjadi detak yang tak henti menangisi jarak dan gemuruh laut menyuguhkan maut lewat […]

Puisi Lailatul kiptiyah: Bayang

Puisi Lailatul kiptiyah: Bayang

BAYANG Puisi Lailatul Kiptiyah mengapa tak kau datangi saja malam bukankah ia yang selalu meredam seribu tangisan di dasar matanya yang kelam atau kau berbincang dengan kerumunan gemintang bercerita tentang sekerlip kunang-kunang berputar menyusuri rawa-rawa barangkali ia terjatuh dari puncak gugusan dan sedang mencari jalan pulang ah, sedih itu masih berbayang berjuntai menutupi sudut ruang […]

Puisi Lailatul Kiptiyah: Semusim Duka

Puisi Lailatul Kiptiyah: Semusim Duka

  SEMUSIM DUKA -kepada yogyakarta- Puisi Lailatul Kiptiyah hendak kau beri nama apa pada musim ini kulihat siang lebih awal berkemas dari sebuah pintu awan mengabariku tentang segala cemas tak kutemui lagi senja yang biasa menungguku di ujung pematang dimana burung-burung riuh mengitari padi sebelum kita bersama menggulung langkah pulang hendak kau beri rerupa apa […]

Puisi Lailatul Kiptiyah: Ketika di Kotamu

Puisi Lailatul Kiptiyah: Ketika di Kotamu

KETIKA DI KOTAMU Puisi Lailatul Kiptiyah tiba di kotamu senja menyambutku sebuah tugu menopang jam tua jalan-jalan ditandai batang asam dan akasia mendekati simpang pertama, jam tua di tugu itu berdentang padamu- sebuah jarak seperti merintang entah kenapa langit itu juga tampak tua bukan biru tidak pula ungu kubawa kakiku terus menjauh mencari sudut-  dimana […]