Tag Archive | M Ryana Veta

(Abadi, 1970) Sikap, Nyanyian, Konflik, Angsa dan Rendra: Ia adalah Pemberontak dan Seniman

Sikap, Nyanyian, Konflik, Angsa  dan Rendra: Ia adalah Pemberontak dan Seniman Oleh: M. Ryana Veta   Tokoh kritikus sastra banyak yang berkata: “Pada dasarnya sneiman itu pemberontak”. Ini bagiku ada benarnya. Kreativitas memang punya sifat memberontak. Pemberontakan sebagai satu pernyataan tidak puas terhadap apa yang ada dan terhadap apa yang dirasa. Seniman, sebenarnya bukanlah ia […]

(Abadi, 1972) M Ryana Veta: Hari Kreativitas Rendra Hampir Sore

HARI KREATIVITAS RENDRA HAMPIR SORE Oleh: M. Ryana Veta “Apakah dia akan bisa mempertahankan publik teaternya di masa-masa  mendatang?”  gerutu kawan saya ketika meninggalkan bangku teater terbuka Taman Ismail Marzuki selesai menonton improvisasi Rendra “Dunia Azwar” beberapa waktu yang lalu. Dan diucapkan kembali setelah ia nonton “Modom-Modom”nya Rendra. Ada tanda-tanda bahwa kharisma yang dibangunnya lewat […]

(Abadi, 1971) M Ryana Veta: Pertemuan dengan Sajak

Pertemuan Dengan Sajak Oleh: M Ryana Veta Banyak para penikmat sastra yang gagal dalam menikmati puisi-puisi Amir Hamzah, Sitor Situmorang, maupun Toto Sudarto Bahtiar. Saking kesalnya, seorang mahsiswa Fakultas Sastra IKIP merobek-robek papernya ketika ia disuruh salah seorang dosennya membiacarakn puisi Sitor “Malam Lebaran”. Kemudian seorang kawan saya, mengeluh karena ia tidak berhasil menemukan apa-apa […]