Tag Archive | Martin Siregar

Unkonvensionil Ke Sanggau – Catatan Martin Siregar

Unkonvensionil Ke Sanggau – Catatan Martin Siregar

“Om kemarin malam sampai dirumah”. Terdengar Anggie senyum gembira:”Gimana Om di Pontianak ?”. Sukses ?. Hus !! Nantilah kita ngobrol, Om mau bawa 10 buku untuk Anggie jual seputaran Sanggau.”Oke…oke, Anggie tunggu Om di Sanggau. Beginilah pembicaraan dengan Anggie jam 8 pagi kamis, 7 november. Sebenarnya badanku masih capek perlu istirahat sepukul sebelum unkonvensinil merambah […]

“Bah”, Bukan Sekedar Sensasi, Melainkan Rasa Keadilan yang Terusik – Ulasan Kamerad Kanjeng

“Bah”, Bukan Sekedar Sensasi, Melainkan Rasa Keadilan yang Terusik – Ulasan Kamerad Kanjeng

“BAH”, BUKAN SEKEDAR SENSASI,  MELAINKAN RASA KEADILAN YANG TERUSIK Oleh Kamerad Kanjeng BAH , Kumpulan Renungan Singkat Unkonvensionil Martin Siregar. Buku ini penting. Bukan hanya karena ini sebuah buku yang unik, malainkan ini sebuah ( tawaran ) gagrak ( genre ) dalam dunia tulis menulis ( sastra ) yang dapat membebaskan rakyat dari berbagai hambatan tulis-menulis. […]

Kawan Perempuan di FB – Catatan Martin Siregar

Kawan Perempuan di FB – Catatan Martin Siregar

KAWAN PEREMPUAN DI FB Catatan Martin Siregar Makin kencang interperpersonalku dengan kaum perempuan setahun ini. Di facebook berkawan sekaligus diskusi intens dengan beraneka ragam karakter perempuan. Mereka semua cantik jelita menawan hati. Mulai dari ibu/janda muda produktif nulis, serius menyempurnakan kepribadian, pencipta lagu, pejabat publik suka memasak, belum terpikir untuk kawin lagi, dan  lain lain, […]

Sepedaku di Mata Keluarga – Catatan Martin Siregar

Sepedaku di Mata Keluarga – Catatan Martin Siregar

“Jati.. Kemarin kami jumpa bapakmu, naik sepeda tua celana pendek”. “Ada goni diikat karet ban dalam” : Kata Belisia di sekolah SMP Immnanuel Medan. Ditengah anak anak yang sedang berkerumun pada istirahat pertama. Jam setengah enam sore aku baru pulang dari kerja, melihat Jati murung.”Pak… tadi Jati malu sekali di sekolah “. Lantas dengan wajah […]

Surat untuk Jemie Simatupang – Catatan Martin Siregar

Surat untuk Jemie Simatupang – Catatan Martin Siregar

Teras belakang rumah, 16 desember 2012 Kepada Yth: Jemie Simatupang Si kawan muda di. M e d a n Salam Pembebasan, Terima kasih,…terima kasih atas kiriman buku:”Saya Ingin Lihat Semua Ini Berakhir”. Kisah tentang sejarah kehidupan dan sikap hidup Pramoedya Anata Toer yang ditulis August Hans dan Kees Snock. Buku yang mengingatkan ketegasan watak Pram […]

Pak Sintong #9 (Tamat) – Cerbung Martin Siregar

Pak Sintong #9 (Tamat) – Cerbung Martin Siregar

PAK SINTONG #9 (Tamat) Cerbung Martin Siregar Masyarakat kita sudah terpecah belah tak mungkin solid akibat hasutan kekuatan modal oleh politikus politikus yang rakus ” Dengan gampang mereka akan menyusup ke tengah masyarakat apabila gerakan revolusioner didengungkan”. Menyebarkan duit dalam jumlah besar ke masing masing anggota masyarkat. Mereka punya banyak duit” Dan masyarkat desa yang […]

Pak Sintong #8 – Cerbung Martin Siregar

Pak Sintong #8 – Cerbung Martin Siregar

PAK SINTONG #8 Cerbung Martin Siregar Sejak awal perjumpaan Amsal dan Ferri simpatik berkawan dengan warga HRM. Tapi dalam interaksi pembicaran antar mereka berdua sering terjadi perbedaan pendapat mengenai visi missi HRM. Ferri menilai bahwa program HRM adalah sebuah sumbangsih mencerdaskan anak bangsa . Karena staf HRM rela letih dan menguras tenaga demi untuk mencapai […]

Pak Sintong #7 – Cerbung Martin Siregar

Pak Sintong #7 – Cerbung Martin Siregar

Pak Sintong #7  Cerbung Martin Siregar Amsal dengan perasaan bersalah  dan suara memelas menjelaskan alasannya datang ke HRM. “Oh !!! kami belum baca tulusan itu. Dimuat dimana dan tentang apa? Masuklah dulu “ Ari mulai mengendur merasa iba melihat Amsal yang macam orang pesakitan menerangkan alasannya datang ke HRM. “Ma kasih… Bang”  Ferri membuka sepatu […]

Pak Sintong #6 – Cerbung Martin Siregar

Pak Sintong #6 – Cerbung Martin Siregar

PAK SINTONG #6 Cerbung Martin Siregar Dua minggu berlalu. Kebingungan sekaligus rasa kehilangan Pak Sintong semakin surut ditelan waktu. Hari hari di HRM kembali semakin normal. Walaupun Indra masih terus melacak keterlibatan Pak Sintong dalam kerja terroris islam fudamentalis bersama seluruh warga HRM yang juga ikut heboh melacak dimana Pak Sintong berada. Tapi, hasil pelacakan […]

Pak Sintong #5 – Cerbung Martin Siregar

Pak Sintong #5 – Cerbung Martin Siregar

PAK SINTONG #5 Martin Siregar “Inilah kenyataan yang tak bisa kita pungkiri. Kalian tak perlu kecewa karena kita masih langkah awal menatap masa depan yang cerah” Pak Sintong senyum dikulum. “Terima kasih Pak Sintong” Ferri rangkul pinggang gendut Pak Sintong sambil masuk ke panggung pertunjukan. Ferri dan Amsal merasa senang bergaul dengan bapak tua yang […]

Pak Sintong #4 – Cerbung Martin Siregar

Pak Sintong #4 – Cerbung Martin Siregar

PAK SINTONG #4  Martin Siregar Mereka menuduh semua pihak adalah agen neo-liberalisme. Terutama pemerintah dan LSM dituduh menjual kemiskinan Indonesia demi untuk kemakmuran hidup LSMnya. Mereka menganggap seluruh LSM adalah kotor dan rakus duit. Sudah tak mau membedakan bahwa masih banyak juga LSM yang bekerja tekun dan sungguh sungguh ditengah tengah rakyat. Gerakan mahasiswa sama […]

Pak Sintong #3 – Cerbung Martin Siregar

Pak Sintong #3 – Cerbung Martin Siregar

PAK SINTONG #3 Martin Siregar  “Iya,… saya prihatin mendengar kerja kalian. “tapi, siapa diantara kalian yang serius ingin hidup di dunia teater”? penuh semangat Pak Sintong bertanya.   Dengan sigap Ferri langsung merespons: “Ini pertanyaan yang berat Pak.  Kami belum  berpikir sampai kesana”. “Wah, sudah hampir terlambat. Setidaknya ada 2 atau 3 orang sudah punya komitmen […]

Pak Sintong #2 – Cerbung Martin Siregar

PAK SINTONG #2 Martin Siregar   Sejak itulah Pak Sintong berumur 58 tahun dengan cambang brewok lebat berkawan dekat dengan Indra hingga sekarang. Indra anak muda potensial pemerhati realitas sosial telah menyerahkan hidupnya untuk berjuang bersama masyarakat tertindas. Tidak mau kerja formal permanent sebagai staf di kantor pemerintahaan maupun perusahaan swasta. Hal ini sangat bertentangan […]

Pak Sintong #1 – Cerbung Martin Siregar

Pak Sintong #1 – Cerbung Martin Siregar

PAK SINTONG #1 Martin Siregar   Tok …tok..tok… Pintu utama sekretariat HRM (Himpunan Rakyat Merdeka) diketuk 2 orang anak muda yang datang naik motor bergaya mahasiswa dengan tas gantung berisi buku buku. “Bu, bang Indra ada Bu… kata mereka. “Oh…tak ada. Baru 4 menit yang lalu pergi” kata ibu berkerudung menyambut tamu. Setelah beberapa saat […]

Tuhan Jengkel – Cerpen Martin Siregar

Tuhan Jengkel – Cerpen Martin Siregar

Kapal laut, kereta api, bus umum hanya bertanggung jawab mengantarkan sewa sampai ke tempat tujuan. Sesuai dengan tarif biaya yang sudah ditentukan. Setelah penumpang sampai tujuan, maka tanggung jawab kapal laut terhadap penumpang otomatis berakhir. Cerpen Martin Siregar Pada zaman dahulu kala (?) aku paling suka naik kapal laut. Kalau sedang tidak terburu buru, tentulah […]

Laptop Baru – Catatan Martin Siregar

Laptop Baru – Catatan Martin Siregar

Catatan Martin Siregar Tak terasa sudah dua bulan laptopku rusak tak bisa dipakai. Awalnya layar tak bisa terbuka penuh. Hanya seperempat saja yang terbuka sedangkan tiga per empat layar gelap, padahal sudah dinyalakan powernya dan dikontakkan ke listrik. Si Dekli bilang:”Gawat kali kau pakai laptop, baru 4 tahun sudah rusak. Aku punya sudah hampir enam […]

Pak Longor Jatuh Cinta – Cerpen Martin Siregar

Pak Longor Jatuh Cinta – Cerpen Martin Siregar

Pak Longor belai rambut ibu Liani:” Aku percaya bahwa kita bermartabat, jadi korelasi kita tak mungkin melewati batas batas norma sosial”. Cerpen:  Martin Siregar Waduh !!! Betapa aritokratnya penampilan ibu ini. Pasti Tuhan yang tidak adil menciptakan ibu ini sejak lahir jadi orang kaya raya. Begitulah kesan yang hadir di sanubari Pak Longor ketika melihat […]

Katundil Merendahkan Tuprek Sorbanok – Cerpen Martin Siregar

Katundil Merendahkan Tuprek Sorbanok – Cerpen Martin Siregar

Huruf, kata dan kalimat dalam sebuah buku adalah benda mati tak bisa diajak dialog. Tapi, penulis merasa nikmat surgawi ketika melaksanakan proses menulis cerpen atau puisi. Huruf, kata dan kalimat adalah alat penulis tuk melakukan onani. Cerpen: Martin Siregar Memang sejak kecil Katundil terkenal keras kepala gigih berjuang  wujudkan hasrat hati. Kadang tega pijak kepala […]

Penggalan Surat, Ternyata Berisi Renungan – Catatan Martin Siregar

Penggalan Surat, Ternyata Berisi Renungan – Catatan Martin Siregar

Oleh:  Martin Siregar Ini adalah penggalan surat ku untuk empat gadis manis yang sebaya dengan anak anak kawanku. Mereka tinggal di Pontianak sedang repot meninti karir kehidupan. minggu ke tiga mei 2009 Aku sendiri masih heboh dengan jualan buku. Cukup menyenangkan karena kawan kawan lama di saat ABG tahun 80 an memberi respon positif terhadap […]

Membicarakan Wacana Unkonvensionil – Catatan Martin Siregar

Membicarakan Wacana Unkonvensionil – Catatan Martin Siregar

Oleh:  Martin Siregar Dalam pikiran galau panik aku katakan:”Ngak…Ngak ada niatku otoriter”. Dari seberang ku dengar Ical terbahak bahak. Terdengar juga ketawa Rawing si Muka keriting jelek penuh kepedihan. ”Abang pikir, abang saja yang bisa mempermainkan aku Hua…ha….ha… Terkesan Ical puas setelah melampiaskan dendamnya di telepon.”Pantatlah sama kalian !!! Pikiran stress, tegang panik hilang seketika, […]

Rindu Sama Jemie – Catatan Martin Siregar

Rindu Sama Jemie – Catatan Martin Siregar

Oleh:  Martin Siregar Kemarin aku ke warnet kirim tulisan rahasia :“Kita Punya Grand Strategi” khusus untuk 10 orang kawan muda Pontianak. Aku tak sadar bahwa chating facebook aktif. Terkejut aku melihat Jemie muncul:”Apa kabar Bang”. Karena sudah rindu langsung kumaki si Jemie: Bangsat kau!!! Kemana saja kau selama ini?. Jemie tersentak: “ Mak !! Belum […]

Tulang, Dini dan Kusro – Catatan Martin Siregar

Tulang, Dini dan Kusro – Catatan Martin Siregar

TULANG, DINI DAN KUSRO Catatan Martin Siregar Waduh !!! Kupikir tak datang kau. Rupanya sempat juga kesini, ditengah tengah kesibukanmu selesaikan tugas kantor. “Yah,…Begitulah Tulang, capek badan ini kerja menumpuk belum juga selesai”. Untung jumpa Tulang bisa  ketawa ketawa . Hi…hi…hi.. Si Dini balas salam hangat Tulang. “Ya…ya…aku juga rindu sama Dini”. Bahkan karena sudah […]

Aku Dituduh Konvensional

Aku Dituduh Konvensional

Oleh  :  Martin Siregar   Tak selamanya aliran pemikiran konvensionil ditolak. Begitulah pikiranku ketika hadir dalam acara; Refleksi 30 Tahun Gerakan Anak Indonesia di Meseum Nasional Jogyakarta 1 – 5 Juli 2010. Beraneka kegiatan diselenggarakan pada acara tersebut.  Mulai dari peluncuran website serta buku pemantauan pelaksanaan Konvensi Hak Anak, pameran arsip gerakan anak di Indonesia, […]

Sekelumit tentang Unkonvensionil

Sekelumit tentang Unkonvensionil

Oleh  :  Martin Siregar Dalam satu kesempatan lima orang rohaniawan agama formal (Budha, Hindu, Kristen Katolik, Islam) diskusi intens tertutup untuk umum. Coba mengkaji persoalan degradasi aspek aspek kehidupan yang terjadi saat sekarang ini di seluruh dunia. Salah satu solusi yang dicapai adalah: Pada manusia pertama Adam dan Hawa rencana Tuhan yang maha mulia dirusak […]

Bang Martin; dari Catatan Unkonvensional sampai Entah Ke Mana-mana

Bang Martin; dari Catatan Unkonvensional sampai Entah Ke Mana-mana

Oleh  :  Jemie Simatupang   TAHU-TAHU kami—saya, isteri, dan Sophie [anak kami]—sudah berada di kediaman Martin Siregar—awalnya tak ada rencana singgah, cuma jalan-jalan sore tak tentu arah saja. Sebuah rumah sewaan—yang tak bisa dibilang asri—di kawasan Medan Selayang. Tahu kami datang,  lelaki tengah baya ini (umurnya bergerak menuju angka 50) tergopoh-gopoh menyambut kami—dengan senyum dan […]