Tag Archive | Masadi Wiria

Puisi Masadi Wiria: Kau yang Tak Berubah

Puisi Masadi Wiria: Kau yang Tak Berubah

KAU YANG TAK BERUBAH Puisi Masadi Wiria Aku getir mendengar kisahmu Kisah yang selalu berdarah-darah Tak ada senyum cerah mengembang Ketika burung-burung pipit berdendang Sudah lupakah kau akan tanah dan air? Lumpur dan cuaca panas? Atau belaian angin ketika istirah di dangau? Sembari mendengarkan irama alam? Hingga tak sejengkalpun kau berubah Bergeming dari kisah lalu […]

Puisi Masadi Wiria: Menunggumu

Puisi Masadi Wiria: Menunggumu

MENUNGGUMU Puisi Masadi Wiria Sengaja aku menunggu kabar dari sini Di sebuah taman tempat merajut mimpi Ya, hanya mimpi Yang aku punya Bangku taman dingin menerima hadirku tanpamu Penuh curiga dan menuduhku telah berselingkuh dengan sepi Ketika lampu-lampupun tampak meredup Tak mau mengerti … Aku harus berkata apa? Ketika kabar darimu juga tak kunjung tiba […]

Puisi Masadi Wiria: Menunggumu

Puisi Masadi Wiria: Menunggumu

MENUNGGUMU Puisi Masadi Wiria Sengaja aku menunggu kabar dari sini Di sebuah taman tempat merajut mimpi Ya, hanya mimpi Yang aku punya Bangku taman dingin menerima hadirku tanpamu Penuh curiga dan menuduhku telah berselingkuh dengan sepi Ketika lampu-lampupun tampak meredup Tak mau mengerti … Aku harus berkata apa? Ketika kabar darimu juga tak kunjung tiba […]

Puisi Masadi Wiria: Anak-anak dalam Nganga

Puisi Masadi Wiria: Anak-anak dalam Nganga

ANAK-ANAK DALAM NGANGA Puisi Masadi Wiria Suara gemuruh Meluluh Saat malam menyentuh kisi-kisi jendela Besi berkarat Gedung-gedung lantak Tembang padang menyayat Tanpa hijab Terpapar Mata bening kering Tak lagi berair Tak lagi menitik Di pipi kanan, dipipi kiri Timur, Barat, Utara, dan Selatan Segala penjuru Mereka ternganga Mengais mimpi kecemasan Bersenandung ketakutan Sang ibupun berdoa: […]

Puisi Masadi Wiria: Kau yang Tak Berubah

Puisi Masadi Wiria: Kau yang Tak Berubah

KAU YANG TAK BERUBAH Puisi Masadi Wiria Aku getir mendengar kisahmu Kisah yang selalu berdarah-darah Tak ada senyum cerah mengembang Ketika burung-burung pipit berdendang Sudah lupakah kau akan tanah dan air? Lumpur dan cuaca panas? Atau belaian angin ketika istirah di dangau? Sembari mendengarkan irama alam? Hingga tak sejengkalpun kau berubah Bergeming dari kisah lalu […]

Puisi Masadi Wiria: Episode untuk Maya

Puisi Masadi Wiria: Episode untuk Maya

EPISODE UNTUK MAYA Puisi Masadi Wiria Aku terkepung lelah mencarimu Di setiap malam-malam yang kelu Mimpi-mimpipun aku telanjangi Tapi, kau tak berada disana Bayangmu begitu kuat menjelma Dalam hari-hariku yang lara Tak mampu aku berbicara Sekedar cinta Gelak tawa dan canda Telah hilang musnah sudah Pintu kalbu tlah berpalang rindu Melintang kuat tertutup rapat Aku […]

Puisi Masadi Wiria: Sajak Limabelas Luka

Puisi Masadi Wiria: Sajak Limabelas Luka

SAJAK LIMABELAS LUKA Puisi Masadi Wiria Ketika kesejahteraan sudah cedera, si miskin tak lagi bisa berjumpa dengan kekasihnya meski sekedar menjenguknya. Cukup meratapinya dilorong-lorong penderitaan yang tampak bersih dan rapi. Kemiskinan yang terus tumbuh, seperti bayi-bayi, merangkak, tertatih-tatih, malu-malu menunjukkan jatidiri. Sengaja bersembunyi tak menampakkan diri, dan hujan deras perkara-perkara besar ini. Konon kaum cerdik […]

Puisi Masadi Wiria : Perang Itu Menerbangkan Ibuku

Puisi Masadi Wiria : Perang Itu Menerbangkan Ibuku

PERANG ITU, MENERBANGKAN IBUKU  Puisi Masadi Wiria Bila teringat tentang ibuku, aku menjadi gundah. Ketika negeri dilanda perang membuatku menjadi yatim dan piatu. Berpindah dari satu pengungsian ke pengungsian yang lain. Tanpa ibu, aku bagai seekor anjing mengais sampah bila lapar. Orang-orang tak melihatku sebagai manusia. Karena tubuhku yang kurus, kering dan berbau. Hanyut dalam […]

Puisi Masadi Wiria: Dalam Hujan yang Menderaku

Puisi Masadi Wiria: Dalam Hujan yang Menderaku

DALAM HUJAN YANG MENDERAKU Puisi Masadi Wiria Perempuan di tepian kota itu berkata: Murungku karna asmara Murungku karna luka Mengapa engkau tak datang dengan seikat bunga? Bukan menjeratku dalam pelukan sia-sia? Dalam hujan yang menderaku: Gincu-gincu merah itu bersenyawa Dalam ciuman mengada-ada Tebaran cinta asmara jalan raya Terbawa angin musim hinggap dalam jiwa-jiwa gamang nestapa […]

Megaproyek Gardu Ronda – Cerpen Masadi Wiria

Megaproyek Gardu Ronda – Cerpen Masadi Wiria

“Jadi, bila pembangunan ini gagal, apa kata warga RT sebelah! Dimana harga diri kita sebagai warga!”, jelas Markijo mencoba membakar semangat warganya yang terlihat khusyuk mendengarkan. Cerpen:  Masadi Wiria Markijo ngotot di depan rapat RT, katanya pembangunan gardu ronda itu tidak bisa di tunda. Menunda pembangunan gardu ronda berarti menistakan rasa aman dan ketenteraman yang […]

Nyanyian Pasir – Cerpen Masadi Wiria

Nyanyian Pasir – Cerpen Masadi Wiria

“Ketika melihat amukan Merapi yang dahsyat terjadi. Awan panas yang meluncur bagaikan naga putih yang siap menelan siapa saja. Mengerikan. Kekuatan apakah yang mampu menahan murka alam yang dahsyat itu. Tenggorokan Sudi tercekat, ketika sirine meraung-raung. “ Cerpen:  Masadi Wiria Sudi mengusap wajahnya usai berdoa dalam tafakurnya. Di atas sebuah batu yang di hantarkan Kali […]

Terjerat – Cerpen Masadi Wiria

Terjerat – Cerpen Masadi Wiria

“Pinjaman Sardi selalu menaik seperti balon gas yang membumbung tanpa pemberitahuan.” Cerpen: Masadi Wiria Sardi bersembunyi saat melihat sosok Parno datang. Sementara Suti pasang muka manis di grobok kayu tempat menyimpan dagangannya. Suasana pasar tampak semrawut , berseliweran pengunjungyang hanya berdesakan tak juga kunjung membeli di lorong-lorongnya yang becek. “Sardi ada Sut?” Tanya Parno seraya […]

Jika Aku Menjadi – Cerpen Masadi Wiria

Jika Aku Menjadi – Cerpen Masadi Wiria

Oleh:  Masadi Wiria Jika aku menjadi, ijinkanlah aku menjadi putri Sima perempuan adil nan bijaksana dari Kalinga. Menghukum mati kaum perusak yang mencuri dan korupsi harta negara. Meski keinginanku itu pastilah dipandang sebelah mata atau orang akan berkata: “Ah itu pasti sebuah mimpi saja”. Jika aku menjadi, maka akulah sang Lara Jonggrang yang bebas menentukan […]

Abjad Cinta – Cerpen Masadi Wiria

Abjad Cinta – Cerpen Masadi Wiria

” Tetapi mengapa aku sekarang gelisah? Adakah rasa cinta itu kemudian membuncah? Ungkapan konyol.” – – Cerpen:  Masadi Wiria Awan mendung di langit tidak mengabarkan turunnya hujan. Justru hanya hawa gerah menyelimuti siang. Hanya seperjalanan dari tempatku bekerja menuju kafe. Tetapi gerah sudah mulai menghadirkan tetesan keringat di kening. Saat jam istirahat, secangkir kopi mengantarkan […]

Renjana Luka – Cerpen Masadi Wiria

Renjana Luka – Cerpen Masadi Wiria

Oleh  :  Masadi Wiria Dinda bercermin, menatap bilur-bilur merah di sekujur tubuh. Ujung jarinya mencoba menyentuh, tetapi ada rasa pedih menekannya. Dari sudut matanya meleleh, entah tangisan yang keberapa kali. Dinda tidak mampu merintih, seolah Tuhan sudah membekap mulutnya dan malaikatpun berkata kepadanya agar tak perlu mengadu. Sebuah buluh bambu itu masih tersandar dipintu almari, […]