Tag Archive | Mohammad Jihad Gunawan

(1992) Puisi Mohammad Jihad Gunawan: Kutitipkan Luka

Puisi Mohammad Jihad Gunawan KUTITIPKAN LUKA Ada luka dibawa ulama, agar derita jadi doa-doa Kutitipkan lukaku pada burung-burung biar tahu bahwa darah ternyata bisa berkicau Ada luka dibawa dukun agar derita jadi mantra-mantra Kutitipkan lukaku pada sungai biar tahu bahwa darah ternyata bisa mengalir Ada luka didendangkan penyanyi dangdut agar derita bisa bergoyang-goyang Kutitipkan lukaku […]

(1989) Puisi Mohammad Jihad Gunawan: Perantau

Puisi Mohammad Jihad Gunawan PERANTAU Kalau para perantau sekedar hinggap kemudian berpaling jejak-jejaknya lenyap menyelinap di sela-sela rumput yang kering Namun mereka lebih suka jalan-jalan di seberang melintasi dan lalu-lalang pada persimpangan kemudian segera menghilang membawa bisa di kukunya yang panjang Kabut turun menyelimuti tak ada bara hangati persinggahan ini walau setumpuk buku dibakar hanya […]

(1989) Puisi Mohammad Jihad Gunawan: Kepada Seorang Wanita Pemetik Mlinjo

Puisi Mohammad Jihad Gunawan KEPADA SEORANG WANITA PEMETIK MLINJO Datangnya tiba-tiba, berkendara sepeda unta adalah kau, ketika mainkan segala adegan menghapus semua dongengan tentang rumah gelap tanpa lentera Wanita siapakah njenengan? begitu lincah bagai seekor kera berloncatan dari ranting ke ranting tanpa sedikitpun bergeming. Aku sungguh terkejut tak habis pikir membuat hatiku berdesir. Yogya bisa […]

(Masa Kini, 1986) Puisi Mohammad Jihad Gunawan: Perjalanan Ini

Puisi Mohammad Jihad Gunawan: PERJALANAN INI Angin mengeluh pada khalayak yang tak lagi terusik olehnya. Boleh…. karena kita telah tertimpa oleh beban-beban yang apa perlunya buat kenyataan. Inilah lembaran yang tak tertulis dalam kalimat manapun, tapi ada di bawah rumpun bambu, di dalam gubuk yang reot. Matahari yang ramah telah berpihak pada garis semestinya, melewati […]

(Masa Kini, 1984) Puisi Mohammad Jihad Gunawan: Bunga Dari Lembah

Puisi Mohammad Jihad Gunawan: BUNGA DARI LEMBAH Kusergap engkau kala fajar menyingsing kuasuki rahasiamu tanpa perlawanan yang berarti juga tanpa perdamaian yang sejati Engkau bagai setangkai kembang sesaat yang kunikmati di malam pestaku Aku kadang bertanya: engkau sejenis bunga apa? baunya, warnanya, tangkainya hampir tak pernah kulihat pada bunga lain Engkau adalah satu keajaiban yang […]

Puisi Mohammad Jihad Gunawan: Ratapan Kedasih

Puisi Mohammad Jihad Gunawan RATAPAN KEDASIH Ratapan Kedasih itu terdengar lagi dalam tanah. Sirine meraung anak-anak bermain senapan dari pelepah pisah, berjaga-jaga di halaman, kampung sekarang yang menjelma cerobong pabrik. Rumpun pisang itu sedang ditebang Agar tunas, atau macam pucuk-pucuk yang ingin menggapai mendengkur saja jadi tekukur O, mengapa. Kenapa aku dengar lagi ratap Kedasih […]

Puisi Mohammad Jihad Gunawan: Aduh 2

Puisi Mohammad Jihad Gunawan ADUH 2 Aku tak punya apa dalam deras hujan Rumahku, kampung halaman itu gelisah si tukang sihir dan banjir, dan gempa dan perkampungan kumuh yang terbakar, seonggok sampah di pojok kota itu, kesepian. Akulah huruf-huruf mati di surat kabar itu tak seperti aspal dan semen dan pabrik yang suka menggeser-geser pantatku […]