Tag Archive | Munawar Kalahan

(Siasat, 1952) Puisi Munawar Kalahan: Puing Kegagalan

Puisi Munawar Kalahan: PUING KEGAGALAN Lembaran hitam menebal menjemu sekitar runtuhan dan puing-puing memilu gagal – kegagalan pacuanku meremas nafas kemesraan di malam merejang kaku diakhiri titik sonder koma rela dengan kegagalan-kegagalan kekejaman dan nista meremang kuduk Tinggal sisa – kotor dan busuk katamu burung-burung masih mau tengger dan yanyi atasnya dan kepastian perhitungan bohongmu: […]

(Siasat, 1952) Puisi Munawar Kalahan: Lagu

Puisi Munawar Kalahan: LAGU Lagu ini seabad lalu telah menggema lagu tiada irama kasih dengan lelaku: manusia-manusia telanjang di jaman indahnya dengan iringan mesra: tari indah dari kaki bergelang batu pakaian sama serupa, memerah. Lagu itu juga lagu dan kejayaan dan tari di depan dewa-dewa gunung yang mau meruntuh dan hancur lagu semua lagu jaman […]

(Indonesia, 1953) Puisi Munawar Kalahan: Orang Gunung

Puisi Munawar Kalahan: ORANG GUNUNG Aku orang gunung, Ani beradat gunung – bernafaskan gunung pun dalam memupuk cinta di lerengku dan melerai kasih sayangku. Andai malam gelap dan embun mendekapku aku kan tetap berkata gagah: aku mencintai dara suci dari desa ini aku punya dara sesuci mauku dan cintaku di dalam gunungku memuntah lahar ….. […]

(Budaya, 1957) Puisi Munawar Kalahan: Aku

Puisi Munawar Kalahan: AKU Aku memburu waktu Aku diburu waktu. Bersama debu kuratapi kepergian siang Bersama embun kutangisi malam berlalu. Aku anak jaman perburuan memburu dan diburu; kehalusan, kasih dan dekapan pengisi keisengan ada dara – tiada dara dan gitar tetap di tangan. Bagiku ada lagu hidup tiada tepi walau kolam kenangan berair sehitam dawat […]

(Budaya, 1957) Puisi Munawar Kalahan: Bingkisan Orang Pulang

Puisi Munawar Kalahan: BINGKISAN ORANG PULANG Anginsenja di pegunungan di mana hati pernah bertahta atau rasapilu dibenam duka pada gambaran hari berlaku semusim demi semusim bumi gersang sudah tertinggal. Anginsenja merenyai pipi daradesa bergelut lumpur bujangdesa berlecut mimpi ingin lupakan gunung hiasan sawah di hati membekas kemana pergi. Kenangan terlukis di desa sunyi anginsenja bertiup […]

(Merdeka, 1955) Puisi Munawar Kalahan: Nyanyian Orang Pulang

Puisi Munawar Kalahan: NYANYIAN ORANG PULANG Ini hari kita kembali pegang kemudi dendang nyanyi. Hilirkan sampan lusa datang dinanti semua yang merindu pada mata dan hati. Ahoi, ahoi kita kembali kota menanti semua menanti suguhkan madu dan janji. Hilirkan sampan, sampan! ahoi, jangan merenung! Bulan sudah pesankan seratus gadis hiasi dada orang yang pulang dari […]

(Budaya, 1954) Puisi Munawar Kalahan: Hadiah Kelahiran Seorang Kawan

Puisi Munawar Kalahan: HADIAH KELAHIRAN SEORANG KAWAN Lahirlah bayi di malam sunyi tangisnya menyingkap tabir malam. Bayi lahir tak punya apa-apa tapi matanya sudah cerita. Kelahiran bayi di malam sepi pernah berbuai dengan  murai kicau pagi kini jejaknya membekas di bumi. Bayi lahir tak punya apa-apa tangisnya menyingkap tabir malam dan matanya sudah cerita. Sambas, […]