Tag Archive | Odeh Suardi

(Mimbar Indonesia, 1954) Puisi Odeh Suardi: Janda

Puisi Odeh Suardi: JANDA Senyuman di bibir telaga pagi Riaknya mengalun turun ke hati Mengorak kelopak bunga melati Terlalu tahu diri Apakah cadar kini terdampar Di pulau yang jauh dan sendiri? Ataukah nanti burung di sangkar Mati terkapar sehabis nyanyi? Topeng ini mukaku sendiri Menarikan gemuruh sepi Di tanah air bukan kupunya Terimalah Tuhan, dosa […]

(Zenith, 1954) Puisi Odeh Suardi: Kamar Kosong

Puisi Odeh Suardi: KAMAR KOSONG Selarut ini malam sudah sebuah jendela masih terbuka dari kamar setia menanti Terdengar di bilik lain sedu ibu dan sedu perawan meratapi kekasih tak pulang-pulang Dia, Yahudi buruan petualang kebencian langit dan bumi lari menjauhi kesedihan kembali – kini kapal bersendiri kehilangan kelasi di teluk sepi Petualang dambakan kebiruan baru […]

(Zenith, 1954) Puisi Odeh Suardi: Kurban

Puisi Odeh Suardi: KURBAN Membayang doa dalam darah Memancar kasih dari darah Tiada gelepar senja Ini bukan akhir segala Sudah terbuka pintu muka Menyambut setia Dalam keteguhan percaya kekasih merebah di dada Masa Paskah, 54. Sumber: Majalah Zenith, Nomor 4 tahun IV, April 1954, halaman 101

(Zenith, 1953) Puisi Odeh Suardi: Soneta Senja

Puisi Odeh Suardi: SONETA SENJA Biarkan merah nyala naik marak lidah-bibir menolak bicara banyak. Kebiruan yang menanti tidak lagi tinggal sendiri. Ibu, Bapa! Terlalu sering ini pelabuhan dikunjungi kapal tanpa kelasi dan bernyanyi  jurumudi: Tuhan berdiri di luar sejarah! Apatah tubuh yang terpaku disalib bukit Golgota di luar ruang dan waktu? Segala yang jatuh, segala […]

(Mimbar Indonesia, 1954) Puisi Odeh Suardi: Mandul

Puisi Odeh Suardi: MANDUL Bersandar pada tiang teratak Matanya terpaut pada nyala merah marak Hari-hari pada lari Tinggalkan mimpi yang tak pernah jadi Doa puji dan keluhan pada Tuhan Silih berganti. Tiada jawaban Tapi dia masih percaya Pada Harapan berlumur darah dari luka Kini usianya sudah tiba pada senja Apakah batas perjalanan Cuma Golgotha? Hari-hari […]

(Mimbar Indonesia, 1954) Puisi Odeh Suardi: Elegi

Puisi Odeh Suardi: ELEGI Telah kami gantungkan segala kecapi pada pokok-pokok gandarusa gimana bisa kami bernyanyi di lini tanah asing-segala? Jauh jarak Jerusalem – Babil….. rindu mendendam di hati buangan meskipun terkadang lidah dan hati bertentang-tentangan sama sendiri telah kami gantungkan segala kecapi tapi di hati tak sepi doa tak bisa, tak mau kami lupa […]

(Mimbar Indonesia, 1953) Puisi Odeh Suardi: Adikku!!!

Puisi Odeh Suardi: ADIKKU!!! I Peminta-minta, yang pagi pergi dan senja tiba pandang, pandang mengilau sinar pada kemisut mukanya sekali ini tidak hanya berpapasan pandangnya membuka pintu hati dan aku turut berbagi cahaya II Buat penghabisan kali kita di sini tepekur di makam mereka yang kita kasihi sudah itu, selekas suara menembus udara kita pergi, […]

(Mimbar Indonesia, 1953) Puisi Odeh Suardi: Bapa!!

Puisi Odeh Suardi: BAPA!! I Telah aku jauhi rumah sendiri Dan berjanji tidak kan kembali Aku takut pada Salib Anakmu Aku malu pada ketakutanku Kenangan ngeri pada senja berdebu Memburu, melecut, menghantu!! Tiap berhenti berlari Tiap mengusap-usap diri Aku jauhi kesedihan kembali Dengan menyingkiri rumah sendiri II Bisakah mengenalmu lagi, Bapa, Sesudah hati ini berubah […]