Tag Archive | Okti Muktini Ali

Puisi Okti Muktini Ali: Petani Merbabu

Puisi Okti Muktini Ali: Petani Merbabu

PETANI MERBABU Puisi Okti Muktini Ali Sebagai petani di lereng Merbabu Indah alam pemandangan Dan sejuk segar hawa pegunungan Tak buat kami begitu saja jadi senang Tanah yang kami tanami kian hari kian berkurang Anak cucu terus berkembang Tanah adat dipatok negara Untuk  kebutuhan perusahaan hutannya Meski di gunung, air sulit kami dapat Pinus rakus […]

Puisi Okti Muktini Ali: Sebut Aku Perempuan

Puisi Okti Muktini Ali: Sebut Aku Perempuan

SEBUT AKU PEREMPUAN Puisi Okti Muktini Ali Hati wanita hanya Mengenal satu kebahagiaan di dunia Mencintai dan dicintai suaminya Karenanya wanita wani ditata Benarkah? Kata siapa? Untung aku perempuan Si empunya kehidupan Induk peradaban Ibu kebudayaan Bahagiaku menebar luas Karena banyak hal yang kulukis dalam kanvas Hidup dan kehidupanku Betapapun tak ada suami di sisiku […]

Puisi Okti Muktini Ali: Mendut

Puisi Okti Muktini Ali: Mendut

MENDUT Puisi Okti Muktini Ali Aku  Mendut. Perempuan Pesisir Utara Jadi rampasan perang Tumenggung Wiraguna Bukan berarti hilang hidup hilang asa hilang cinta Silahkan hisap habis puntung-puntung itu Tapi tidak untuk takdir dan semangat perlawananku Pronocitro, bersamanya kupertaruhkan nyawa dan hidupku Keberuntungan dan suratan nasib di guratan tanganku Yogyakarta, 18 Desember 2011

Puisi Okti Muktini Ali: Lelaki Kecil yang Menangis

Puisi Okti Muktini Ali: Lelaki Kecil yang Menangis

LELAKI KECIL YANG MENANGIS   Puisi Okti Muktini Ali Jelang malam awan kelabu tak ada warna jingga dan siluet-siluet daun bambu Lengking jengkerik, auman anjing, burung hantu dan semua paduan suara binatang Tak bisa tandingi suara tangis lelaki kecil di tebing Kali Malang Busung perut tiga hari tak makan emak bapaknya tak pulang-pulang Lelaki Kecil sendiri […]

Puisi Okti Muktini Ali: Air Mata

Puisi Okti Muktini Ali: Air Mata

AIR MATA  Puisi Okti Muktini Ali Air mata jumlahnya tak lagi terbilang Ia hapus debu hapus sakit dan hapus pedih perih Air mata adalah sahabat suka dan senang Biarlah ia terus-menerus berlinang Yogyakarta, 3 Oktober 2011 ***

Puisi Okti Muktini Ali: Setia Menatap Bola Mata Itu

Puisi Okti Muktini Ali: Setia Menatap Bola Mata Itu

SETIAP MENATAP BOLA MATA ITU Puisi Okti Muktini Ali Sekilas saja pandangan kita bertemu Selalu saja gemuruh kawah kepundan di hatiku Membuncah, meledak-ledak, meletup-letup Mencari jalan purbawi manusia Mengandai-andai sang matabola Memeluk dan kusandarkan kepala di dada Wow, betapa nyamannya Yogyakarta, 2O Desember 2011

Puisi Okti Muktini Ali: Suatu Senja di Parang Tritis

Puisi Okti Muktini Ali: Suatu Senja di Parang Tritis

SUATU SENJA DI PARANG TRITIS   Puisi Okti Muktini Ali Mata dewa di ufuk barat begitu indah memandang Bagai perempuan birahi kupeluk erat dia Bersama cakrawala Rambut panjangku tergerai Kemben hijauku basah kuyup air pantai Gelombangmu mulai pasang Maaf kalau sedikit kuabaikan Aku memang sedang terpana Oleh keajaiban warna jingga sang mata dewa Entah kau memanggil […]