Tag Archive | Pemppy Ceissar S

Puisi-puisi Pemppy Ceissar S: Jarak & Sesal

Puisi-puisi Pemppy Ceissar S: Jarak & Sesal

Puisi-puisi Pemppy Ceissar S JARAK Mauku terizinkan miliki hatimu Namun jika tidak, kau boleh pergi Tak perlu kau tawarkanku jarak Yang nantinya kan lunturkan cerita Antara aku dan bidadariku Hanya karna hidup dalam kisahmu Tidak, takkan pernah sampai kataku Karna inginku hanya bertukar cinta Bukan cerita yang belum tentu kau punya *** SESAL Jika pilihan […]

Puisi Pemppy Ceissar S: Meski

Puisi Pemppy Ceissar S: Meski

MESKI Puisi Pemppy Ceissar S Aku hanya penulis sajak Yang berkutat disekitaran sajakku Bukan menulis tempat yang kau suka Bukan menulis kata yang kau cinta Aku tak menulis hal yang kau nanti Aku tak mengerti Hanya satu yang dapat ku tulis darimu Dan itu lukamu Karna sebenarnya kita begitu dekat Hanya saja tak paham akan […]

Puisi Pemppy Ceissar S: Ruang Tunggu

Puisi Pemppy Ceissar S: Ruang Tunggu

RUANG TUNGGU Puisi Pemppy Ceissar S Hanya aku dan ruang Dingin mendekap hingga ke tulang Entah berapa lama lagi waktu Seolah tiap detik gantungkan seribu pacu Lama, aku seperti tlah menjadi dinding Yang usai menatap tengah hari yang lewat Lalu berhalusinasi tentang jalan keluar Semoga keasingan tak terlalu lama merekat Sebab disini aku sudah bosan […]

Puisi Pemppy Ceissar S: Cintaku Bukan Porno

Puisi Pemppy Ceissar S: Cintaku Bukan Porno

CINTAKU BUKAN PORNO Puisi Pemppy Ceissar S Ingin kusingkirkan jarak lautan Hanya karna ingin melihatmu dari dekat Ingin kuhancurkan tebing waktu yang panjang Hanya karna ingin melihatmu dari dekat Ingin kutarik matahari dan bulan yang menutupimu Hanya karna ingin melihatmu dari dekat Dan kegilaan ini seperti tersesat Bayangmu seolah jadi jantung pada mata Menjadikanku rabun […]

Puisi Pemppy Ceissar S: Kamu

Puisi Pemppy Ceissar S: Kamu

KAMU Puisi Pemppy Ceissar S Semalam aku melihat hujan Tapi jalan diluar tidaklah basah Kau memang pandai meski tak pernah bilang Mengajarkanku cara melihat hujan Setelahnya waktu-waktu lara berkarat Rapuh, kita saling bertanya siapa

Puisi Pemppy Ceissar S: Andai Aku

Puisi Pemppy Ceissar S: Andai Aku

ANDAI AKU Puisi Pemppy Ceissar S Andai aku seorang cenayang Kan kudapati makhluk malamku Andai aku seorang pelukis Kan kupercantik merah muda itu Andai aku penulis puisi Kan ku buatkan kata-kata yang langka Andai aku seorang pemahat Kan ku ukir damai diruang penatmu Andai aku tak pelupa Mungkin hari ini sudah ku ingat namamu

Puisi Pemppy Ceissar S: Bait-bait

Puisi Pemppy Ceissar S: Bait-bait

BAIT-BAIT Puisi Pemppy Ceissar S Bait-bait yang sombong Suaramu seperti bait kecil yang membingungkan Yang pernah kau buat diatas meja tuamu itu Entah ingin diterka atau tidak, tapi aku suka Meski tak pernah tau maksudnya Apa benar mawar, malam, atau dewi dari imajinasimu Mengapa seribu baitku lemah dengan satu baitmu Ia luluh, ia lantah. Sudahlah […]

Puisi Pemppy Ceissar S: Di Jalan

Puisi Pemppy Ceissar S: Di Jalan

DI JALAN Puisi Pemppy Ceissar S Di jalan itu, Pohon malam dan dingin berebut cahaya Debu menyaru jadi bayangan angin Ada apa dengan kota yang kini jadi pendiam Lariku menginjak kursi di hadapan bangunan berarsitektur eropa Lalu aku teriak, tertawa dengan kasar Tapi tak ada gema tak ada suara Hah, perbicangan malam dengan sepi yang […]

Puisi Pemppy Ceissar S: Seberapa Banyak Punyamu

Puisi Pemppy Ceissar S: Seberapa Banyak Punyamu

SEBERAPA BANYAK PUNYAMU Puisi Pemppy Ceissar S Begitu banyak naskah pagi itu Seorang tuan berjalan dengan naskah utama Di dalam tasnya kedua, dan ketiga juga di bawa Mungkin ada pengemis yang lebih pintar darinya Mengambil ruang hidup yang panjang Lantas perburuan dimulai Tak ada yang ingin terkalahkan ***  

Puisi Pemppy Ceissar S: Sepertinya Aku

Puisi Pemppy Ceissar S: Sepertinya Aku

SEPERTINYA AKU Puisi Pemppy Ceissar S Sesering puisimu bersenandung Sesering suaramu mengetuk malamku Sesering kau memahami arti sebuah percakapan Aku tak pernah sempat berfikir jauh Selama cerita malam tak terlalu dalam membuat rindu Selama waktu tak terlalu sering bertanya kapan Selama aku mampu tak mengucap namamu Ku pastikan ruang ini tetap sunyi Dinding dan langit-langit […]

Puisi Pemppy Ceissar S: Sajak Manusia

Puisi Pemppy Ceissar S: Sajak Manusia

SAJAK MANUSIA   Puisi Pemppy Ceissar S Cerita, cinta, mencinta Aku, kamu dan kita Waktu-waktu menjadi dewa Mati saat pergi menampakkan alurnya Harusnya perih terpahami Abadi hanya ada dalam puisi Mungkin kecintaan yang membuatnya sendiri Aku, kamu dan kita Terbuatlah waktu-waktu seperti hampa    

Puisi Pemppy Ceissar S: Entah

Puisi Pemppy Ceissar S: Entah

ENTAH   Puisi Pemppy Ceissar S Ramai itu berdesakan, Ruang dimakan bising di waktu diam Cerita pendek berebut telinga Lantas aku di buat sesak Dan perjalanan jauh aku terbawa Beberapa jiwa tertinggal di rumah Detik menjiwai kehampaannya Ramai menikmati kerinduannya Entah apa itu ramai dan sunyi Dua hal yang menagancam jika di beri definisi ***   […]

Puisi Pemppy Ceissar S: Kenapa Harus Laba-laba

Puisi Pemppy Ceissar S: Kenapa Harus Laba-laba

KENAPA HARUS LABA- LABA Puisi Pemppy Ceissar S Bayangan sibuk di cari identitasnya Kini bertemu kesempatan di buru Kau bagai bahasa dengan makna yang tersembunyi Maka ku biarkan saja bertepuk sebelah tangan Sebab keyakinanku pun tak mau bicara Ku hanya sibuk perangi hati Kau sibuk bertanya pada nurani Hingga bayangmu pergi bawa kembali identitasnya Persetan […]

Puisi Pemppy Ceissar S: 21.15

Puisi Pemppy Ceissar S: 21.15

21.15 Puisi Pemppy Ceissar S Bukan mauku seperti arah jarum jam yang terus kau tatapi Buatmu bertanya akankah aku dalam imajinya Bukan mauku bersembunyi dan mencari fajar Saat kau bersumpah pada bintang tentang rindumu Hanya saja bahasaku terlalu malu dan membeku Meski kau coba berbisik yakinkan jawabku Tapi detak jantungku tak pernah berwarna Hingga ku […]

Puisi Pemppy Ceissar S: Pekat

Puisi Pemppy Ceissar S: Pekat

  PEKAT Puisi Pemppy Ceissar S  Aku adalah sisa kabut pagi yang menggigil Aku adalah dengung di pagar besi yang saling beradu Aku adalah tanaman anggrek yang tak kenal kekeringan Aku adalah sebagian kisah di tembok pucat Hingga menjadi pertengahan cerita yang belum habis masanya Maka pantas jika sekarang aku merindu Sebab langkahku tak pernah […]

Puisi Pemppy Ceissar S: Suara Magma

Puisi Pemppy Ceissar S: Suara Magma

SUARA MAGMA   Puisi Pemppy Ceissar S                            Demi langit dan segenap hiasannya Yang sibuk mencaci pengabdian luhurku Dan kehidupan asing yang berjalan pada porosnya Memaksaku percaya sebab mereka tidaklah buta Namun di sini hanya ada kau, Engkau tau aku sakit benarkah hanya itu […]

Puisi Pemppy Ceissar S: Primata

Puisi Pemppy Ceissar S: Primata

PRIMATA Puisi Pemppy Ceissar S Nafas-nafas yang menjadi dewa Para pemburu jadi penyerbu Berkata untung ia tak tau maksud suara Apalagi hati yang takut terpisah Dan persetan hidangan cepat saji Badut-badut atraksi Bahkan rimba kecil di tengah kota Hingga kelangkaan jadi pembicaraan pagi Mata-mata tertata primata berkata, Andai benar aku hidup nanti Andai salah aku […]

Puisi Pemppy Ceissar S: Sandiwara

Puisi Pemppy Ceissar S: Sandiwara

  SANDIWARA Puisi Pemppy Ceissar S Jika suara, kerinduan dan kegetiran Terlalu lama bermain dengan waktu Yakinkah mampu terima nurani sepi Waktu mungkin bisa mencinta Tapi juga bisa benar-benar pergi Diam ialah bahasa yang terlambat Berandai waktu miliki mata, parah Sebab nyeri kau sebut-sebut lagi sendiri Mengapa dulu tak bersandiwara saja Agar takdir tak berikan […]

Puisi Pemppy Ceissar S: Belok-belok

Puisi Pemppy Ceissar S: Belok-belok

  BELOK-BELOK   Puisi Pemppy Ceissar S Katamu begitu dan begini Esok harusnya itu bukan ini Khayalan yang panjang dan menyakitkan Seperti memaksa bulan menjadi teman Baiknya musnahkan saja semua kebisingan Jika tidak jalannya terlalu sempit Dan kau akan lebih lama memakan waktu Hanya untuk putusan yang tak punya alasan Begitulah, beginilah, payah ***  

Puisi Pemppy Ceissar S – Katamu Ini Soal Cinta

Puisi Pemppy Ceissar S – Katamu Ini Soal Cinta

KATAMU INI SOAL CINTA  Puisi Pemppy Ceissar S Saat ku bilang, Aku perumpamaan kata- kataku yang kaku Aku awam yang di usir malam karna tak punya rindu Aku musuh bagi waktu merah jambu yang cerewet Dan kini ku harap kau menjadi seorang yang egois Biar kau coba bunuh satu kerinduanmu Agar kau lihat rinduku yangkan […]

Puisi Pemppy Ceissar S – Sajak di Kubangan

Puisi Pemppy Ceissar S – Sajak di Kubangan

  SAJAK DI KUBANGAN   Puisi Pemppy Ceissar S Usai pertengkaran halilintar di langit mati Sisa- sisa gemuruh menumpuk air yang dingin Menjadi cermin yang tak dapat tersentuh Dan sebuah wajah menatap pilunya di sana Sambil perangi angin yang mencibir namun tetap saja menggigil Bicara pada sunyi agar mengutuk matanya tak melihat hujan Tapi sampai gelap […]