Tag Archive | Piek Ardijanto Soeprijadi

(Siasat, 1952) Puisi Sum Suradinata: Fragmen Perjalanan

Puisi Sum Suradinata FRAGMEN PERJALANAN Cerita buat PIEK aku yang pernah pergi mengembara tinggalkan kemelut di balik dada sebab kekerdilan citarasa di hati bersama kefakiran dan kelumit kemampuan diri atas sobekan dan seputaran waktu. aku yang pernah lewati batasan mengabur ke balik horison yang mulai memutih dengan kepenatan di kaki dan cium panjang perpisahan yang […]

(Sinar Harapan, 1977) Piek Ardijanto Soeprijadi: Menikmati Puisi-Puisi FX Puniman

Menikmati Puisi-Puisi FX Puniman Oleh: Piek Ardijanto SECARA santai  serta jenaka Harry Umbrage pernah mengatakan bahwa menulis puisi itu tak jauh bedanya dengan membuat telur dadar. Semula orang memecah beberapa butir telur, lalu mengaduk, kemudian menggorengnya. Hasilnya (dadar itu) ada yang tepat bumbunya dan tepat pula lamanya waktu menggoreng, sehingga enak rasanya. Tetapi ada pula […]