Tag Archive | puisi

(Mimbar Indonesia, 1951) Puisi Achmad Marlim: Sindiran untuk Pemimpin

Puisi Achmad Marlim: SINDIRAN UNTUK PEMIMPIN  Sedari pagi tadi….. Si Kurik ini, berkotek ribut mencatakan ke sana ke mari bahwa ia mau bertelur dan si jago ikut ketakut-takut, gembar-gembor keluar sangkar ributnya, bukan kepalang lagi biar semua sama mendengar si Kurik ‘lah bertelur kujenguk ke sangkarnya yaaaa, hanya sebiji saja … ! Lain makhluk…. itu […]

(Mimbar Indonesia, 1951) Puisi M Jusran Js: Damai dan Bebas

Puisi M Jusran Js: DAMAI DAN BEBAS Aiiiih, perang lagi…. tambah berkobar-kobar minta korban, tenaga, nyawa Hei, manusia! mau kemana ini? Cinta damai atau cinta binasa? Cinta sejahtera atau cinta derita? Ayolah, ayo!!! Berjuang untuk damai Damai Abadi bebas dari derita sengsara!! (Rantau – Kalimantan Selatan) Sumber: Mimbar Indonesia, Nomor 3 Tahun V, Hal. 31, […]

(Mimbar Indonesia, 1951) Puisi Achmad Marlim: Jeep Masuk Parit

Puisi Achmad Marlim: JEEP MASUK PARIT Ngiuuungngg…. tuuuuut, tut, tuuut! Orang-orang pada menepi anak kecil terkejut orangtua bungkuk mau hidup lekas-lekas masuk parit Rombing gado-gado dan rombong sate bertubruk Sebuah jeep jalannya seperti terbang persis kayak diburu, 100 KM per jam di dalamnya beberapa tentara muda peci miring 2/3 jatuh ……………………………………………………………. Di kelokan jalan sempit […]

(Kompas, 1952) Puisi Pong Walujo: Lima Satu

Puisi Pong Walujo LIMA SATU Zaman ini sudah modern segala model pakaian ada Pandai pula orang mengenakan bikin rupa jauh beda. Tabiatpun ragam gaya tak kalah maju Aslinya diulas biar tampak orang banyak cari kerlingan. Seperti pagi semalam habis hujan laron-laron duyun ke luar khawatir pasar negara mati brol-brolan wah…….. wah……. lehernya seperti karet. Sumber: […]

(Kompas, 1952) Puisi Pong Walujo: Anak Massa

ANAK MASSA Karya: Pong Walujo Sejak lahirnya badan berapi tak mati disapu angin dalam kaku menangkis dingin. Didera pukulan berat bayi memar membesar dengan keringat berlumpur lumpur melanjut hidup hingga kini. Kini api tak padam jua kubawa terjun ke dasar laut bersua jerami tilamku tidur masih banyak dipakai golongan pekerja nyenyak mendengkur. Ini laut koretan […]

(Kompas,1952) Puisi Pong Walujo: Singgung

SINGGUNG Karya: Pong Walujo   Aku mengerti lebih dari tahu Antar belenggu patah sudah dari leher lama mengalung Itu……… mulut lancang menyembur minyak ke bara hati gampang menyala. Dasar ledek pintar solek Pandang orang terus terang Yang serta semua biasa mencium keringat bacin mandang darah mandang darah sekujur berlumpur Lihat….. anak kapal membongar jangkar deru […]

(Indonesia, 1957) Puisi Arthum Artha: Konsepsi Jauh

Puisi Arthum Artha: KONSEPSI JAUH Dia memperlihatkan padaku suatu rencana indah tapi silaukan mata o, adalagi dewan darah manusia di atas otak tak tulisan dibikin sesama manusia Bila bulan dan harapan banyak orang dan kedatangan pembesar pada hari pesta ada halhal yang menggelikan kesuraman citahidup yang memuntahkan hati Disodorkan juga konsepsi ini: sang rakyat kehilang […]