Tag Archive | Sashmytha Wulandari

Sejujurnya Kucinta… – Cerita Sashmyta Wulandari

Sejujurnya Kucinta… – Cerita Sashmyta Wulandari

SEJUJURNYA KUCINTA… Cerita Sashmyta Wulandari “Ma…” airmataku menetes juga. “Mitha butuh kawan, Ma…Mitha butuh tempat berbagi. Mitha butuh bahu untuk berkeluh kesah dan satu hal yang pasti, Ma…Mitha butuh surga. Surgaku untuk berbakti pada suami. Tidakkah Mama pahami itu, Ma?” “Dik..laki-laki yang ada di hadapanmu ini sudah hampir 50 tahun. Sudah banyak rambut yang hilang, […]

Puisi  Sashmytha Wulandari: Menjelma Dewa

Puisi Sashmytha Wulandari: Menjelma Dewa

MENJELMA DEWA Puisi  Sashmytha Wulandari Negriku terkoyak Airmata tercabik-cabik tak berharga Nyawa..bisa dengan begitu saja terkapar tanpa makna Manusia lalu lalang tanpa iba memenggal kehidupan kaum papa Tidakkah kau dengar si buyung mencari ayahnya? Tidakkah kau lihat nanar perempuan renta itu..kehilangan hidup karna anaknya ~mati Teror-teror tak henti menyapa Memaksa bibir untuk tak berkisah tentang […]

Puisi  Sashmytha Wulandari: Purnama Kedua

Puisi Sashmytha Wulandari: Purnama Kedua

PURNAMA KEDUA Puisi  Sashmytha Wulandari Kereta berderit membawa serta isak yang ku bungkus rapi pada lipatan sapu tangan Hujan ini tak ingin berhenti menampar jendela Mengakrab-i gerbong dengan liurnya Masih terngiang mesramu di senja kemarin Membuncah..melumerkan segala kaku amarah di bathin merintih Ini purnama kedua sejak kau putuskan untuk tak lagi menyapa Daundaun gugur lebih […]

Puisi Sashmytha Wulandari: Kutemu Kau Malam Ini

Puisi Sashmytha Wulandari: Kutemu Kau Malam Ini

KUTEMU KAU MALAM INI  Puisi Sashmytha Wulandari Senyummu ranum saat kupecah mataku untuk menyelinapi bahagiamu kususuri lekuk-lekuk kerinduan yang terusaikan lewat sentuh jemari waktu hey..ada yang berlari tergesa disana..di ujung matamu yang teduh menapaki keriangan purnama, jatuh tersingkap membekap pekat masih ku susuri bathinmu yang bersahaja tak pernah lelah menapaki setiap jengkalnya lalu aku diam..bersemayam […]

Puisi Sashmytha Wulandari: Kutinggalkan Kenangan Itu…

Puisi Sashmytha Wulandari: Kutinggalkan Kenangan Itu…

KUTINGGALKAN KENANGAN ITU… Puisi Sashmytha Wulandari Ku tinggalkan kenangan itu tepat di simpang jalan tak mungkin ke kanan sebab kutau tak ada arah disana kekiripun ragu..sebab liuknya tak menentu ku tinggalkan kenangan itu tepat di hatiku kala semua merampang menjelma amarah mendustakan yang haq dan meluruskan yang tak ada apa? bagaimana? mengapa menjadi dusta? dirubah.. […]

Puisi Sashmytha Wulandari: Bawa Pergi

Puisi Sashmytha Wulandari: Bawa Pergi

BAWA PERGI Puisi Sashmytha Wulandari yang terniatkan tak ada.. tetap tak ada yang terniatkan hilang.. tetap saja hilang tak perlu menghiba.. aku bukan siapa aku hanya perempuan usang pergi saja.. bawa pergi cintamu untuk senja berhati hatiku mati kini.. menyusul mimpi tak bertepi sendiri 13 juni 2011  

Tak Lagi – Cermin Sashmytha Wulandari

Tak Lagi – Cermin Sashmytha Wulandari

TAK LAGI Cermin Sashmytha Wulandari Kau datang lagi. Membuka kenangan gerimis dengan sebuah kotak yang kau suguhkan padaku pagi-pagi benar. Tak sampai lima menit kau singgah dan sekotak kenangan itu masih di tangan. Ku buka perlahan sampul batik warna coklat dengan gaya bungkus yang cukup elegan. “Selamat Ulang Tahun, Semoga Kau Tak Salah Melangkah” Ucapan […]