Tag Archive | Seniman Bogor

(Sinar Harapan, 1977) Piek Ardijanto Soeprijadi: Menikmati Puisi-Puisi FX Puniman

Menikmati Puisi-Puisi FX Puniman Oleh: Piek Ardijanto SECARA santai  serta jenaka Harry Umbrage pernah mengatakan bahwa menulis puisi itu tak jauh bedanya dengan membuat telur dadar. Semula orang memecah beberapa butir telur, lalu mengaduk, kemudian menggorengnya. Hasilnya (dadar itu) ada yang tepat bumbunya dan tepat pula lamanya waktu menggoreng, sehingga enak rasanya. Tetapi ada pula […]

(Sinar Harapan, 1972) Puisi FX Puniman: Dusunku

FX Puniman: DUSUNKU Seratus kilometer dari kota melalui jalan-jalan tak beraspal dan tak berlistrik di pinggir jalan itulah dusunku. Yang sejak dulu dipeluk pohon bambu dililit sungai diagari gunung bisu Yang sejak dulu warga dusunku bercocok tanam sumber penghasilannya mereka jarang kenal kelaparan. Hidup rukun bukanlah semboyan cek-cok, perkelahian mereka jauhkan lintah daratpun sia-sia pasng […]