Tag Archive | Seniman Surabaya

(Mimbar Indonesia, 1952) Puisi Muhammad Ali: Sajak yang Malang

Puisi Muhammad Ali: SAJAK YANG MALANG Suatu pagi ada hati telah berjanji akan menyanyi sepanjang hari malamnya ia bermimpi gelap mencekik dia mati dan matahari mulai meninggi dan meninggi tapi matahari pada hari ini matahari yang menghukum hari: Tuhan dan aspal meleleh bersama-sama……. Meleleh bersama-sama! dan hati yang telah bermimpi dan berjanji akan menyanyi sepanjang […]

(Zenith, 1952) Puisi Muhammad Ali: Kepada Gadis Cintawati

Puisi Muhammad Ali: KEPADA GADIS CINTAWATI Apakah hidup ini, jika tiada mati? Dan betapa Mati bukan kebangkitan kembali? Setelah kau berkisah tentang kasih dan benci Sudah kugali lubang di bumi buat tempat tinggalku abadi segala berkata: inilah mimpi! musim-musim silih berganti wangi senja warna-warni menyanyikan kebesaran Mati dan orang ini……… yang mengembung-mengempis mengisi hari akan […]

(Indonesia, 1949) Puisi Muhammad Ali: Dahaga

Puisi Muhammad Ali: DAHAGA Hidup yang hidup minta lebih banyak lagi ~ dari hanya kerut muka ~ buat muka-muka cekung berkerinyut dan muka-muka rusak berbedak di jalan raya Sumber; Majalah Indonesia, Nomor 11-12, Desember 1949