Tag Archive | Setiawan Cahyo Nugroho

Puisi Setiawan Cahyo Nugroho: Sajak Penyair yang gagal

Puisi Setiawan Cahyo Nugroho: Sajak Penyair yang gagal

  SAJAK PENYAIR YANG GAGAL Puisi Setiawan Cahyo Nugroho Ia ingat sebait rayuan Yang ia selipkan pada jendela malam Saat jengkerik dan kodok bersahutan Ia lipat, dan kecupkan di bibirnya yang temaram di bawah bulan di balik pohon rambutan. ”Kan kutangkap bangau terbang Kusergap suara mamang bersahutan Kupahatkan pada perutmu, gadisku sayang.” Mengenang itu, jadi […]

Puisi Setiawan Cahyo Nugroho: Di Bawah Langit Malam

Puisi Setiawan Cahyo Nugroho: Di Bawah Langit Malam

DI BAWAH LANGIT MALAM  Puisi Setiawan Cahyo Nugroho   Di bawah langit malam Aku dengar jengkerik nyanyi memecah sunyi Air kali memburu bebatu Aku lihat bulan bundar hinggap di malam hitam. Bintang-bintang berdenyut dalam bisu. Aku bertanya pada nenek moyangku, Siapakah yang menulis namaku di antara langit dan bintang berpijar? Aku bertanya pada kakakku kawah […]

Puisi Setiawan Cahyo Nugroho : Kamu Cinta Padaku, Aku Tahu

Puisi Setiawan Cahyo Nugroho : Kamu Cinta Padaku, Aku Tahu

KAMU CINTA PADAKU, AKU TAHU  Puisi Setiawan Cahyo Nugroho Aku tak dapat melihatmu sebab cintaku buta padamu Aku tak dapat merabamu sebab kau ada dalam nafasku Bagaimanakah aku bisa merasakan denyut detak darahku? Aku mencintamu sebab hanya kamulah yang mencintaiku Aku pernah begitu benci padamu juga pernah begitu ingin mati demi kamu. Aku pernah ingin […]

Puisi Setiawan Cahyo Nugroho: Pada Mulanya

Puisi Setiawan Cahyo Nugroho: Pada Mulanya

PADA MULANYA Puisi Setiawan Cahyo Nugroho Hidup memeram puisimu Seperti bintang-bintang memeram malam Seperti serigala memburu pekat malam Seperti mantra merajuk didoakan. Jutaan kata menggigil dalam demam Seperti angin menggeretakkan rerantingan Seperti pohon berderak bersikutan Dedaun terkelupas dalam gumam Tanda mata sebelum engkau dikandungkan, begitu dalam dalam suksmamu. Kenangan itu merayumu, Seperti pagi merayu embun […]