Tag Archive | Singgih Swasono

Puisi Singgih Swasono: Merengkuh Mendekap

Puisi Singgih Swasono: Merengkuh Mendekap

MERENGKUH MENDEKAP Puisi Singgih Swasono Membasuh diri di temaram kabut pagi kubersujud menanti datangnya Nur Illahi,  bayang lubuk hati yang dalam tertanam dua kuncup bunga melati putih,  dibilik  hati menanti sang fajar merekah. titik-titik embun membasah putik hati memantul kejernihan kata suci terpatri dalam dzikirulloh.  semilir sang sejuk bayang semburat sang fajar mengiring kupu putih mengepak […]

Puisi Singgih Swasono: Melayang

Puisi Singgih Swasono: Melayang

MELAYANG Puisi Singgih Swasono Beriring awan tebal berarak dalam pekat Panas terik siang sekejap hilang tertutup gelap mengampak, pedut menghimpit bumi, menjerit. Gelombang panah birahi, memanah gunung tinggi menggelegak memuntahkan nafsu bejat, jagat merintih diiringi dawai kilatan menghantam bumi meradang dalam kebringasan nafsu diri selama sebelas bulan ini, saat….. Dalam kegelapan rimbun keangkuhan bumi menjerit […]

Puisi Singgih Swasono: Nur Illahi

NUR ILLAHI Puisi Singgih Swasono Dalam relung laut duga bayang dasar samudera, membingkai tali kasih selagi dalam riak gelombang tenang, gejolak diri arung ombak menghantam karang, lepas tali kasih. bak  buih putih mengalir dalam tepi kan berlabuh, penantian panjang tepi tak berbatas pandang, bergelombang ombak kehidupan berkejaran, sekejap menepi labuh diri mencari relung Illahi. Kebesaran-Mu bak […]

Puisi Singgih Swasono: Kucing Kawin

KUCING KAWIN Puisi Singgih Swasono Terongok comberan disamping rumah, menggelinjang menggeliat angin menggoyang daun pintu berderit, cericit tikus-tikus berkeliaran. Kucing mandung senandung gema kosong, mengeong mencium bau birahi, menggema di malam hari hujan rintik, pohon diam daun menunduk menetes air, terangkat daun tertiup angin sepi, menunduk. dingin semilir keriut jendela goyang angin, cicit-cicit tikus menggema berlari. […]

Puisi Singgih Swasono: Aku Akan Melawan

AKU AKAN MELAWAN  Puisi Singgih Swasono Kata menghujam  merobek lukisan masa silam, terpendam. menutup diri lebih, menebar bunga wangi bau kedengkian kembalilah berpegang pada Nur Illah, bila tidak. aku akan melawan. Mendung gelap bayang tinggal pesan, terngiang wejangan, terpatri di hati nuraeni, tak lekang dimakan kegelepan, tebarlah pesan wejangan tinggalan, bila tidak. aku akan melawan. bunga wangi kata merajam sukma, […]

Puisi Singgih Swasono: Aku yang Terkutuk

AKU YANG TERKUTUK Puisi Singgih Swasono Anakku sudah terbilang tahun hilang kebersamaan rasa pedih lara dalam cerah pagi hari cerah pagi tak kuasa menutup rasa asa paling dalam kulihat bayangmu melintas, kulihat bayangmu berkelebat, kulihat bayangmu samar, kulihat bayangmu hilang, aku terkutuk……. anakku lorong waktu tiada asa kembali kuterngiang rengekkanmu, kuterngiang celotehmu, kuterngiang tangismu, kuterngiang […]

Puisi Singgih Swasono: Merindu dalam Bayang

MERINDU DALAM BAYANG Puisi Singgih Swasono merindu dalam bayang, wajah-wajahmu menembus sukmaku, bayang-bayangmu mengikut langkah ragaku, menggugah rindu dalam anganku. kuingin menggapai bayangmu, nun jauh disana. Aku datang bawa mimpi Jalan panjang tak bertepi merekah bak bunga wangi menanti genggam bunga hati dalam dekap kesucian hati, ah…hanya mimpi. kelopak rindu tangkai merindu nun jauh disana […]