Tag Archive | Singgih Swasono

Puisi Singgih Swasono: Nikmatmu

NIKMATMU Puisi Singgih Swasono dingin pagi jelang sinarMu menerangi hati melangkah menerabas hari, cerah sinarMu menghangatkan pagi, semilir angin menyejukkan hati cerah indah bunga merekah, ah.. indahMu kecerian kupu mengepak, bersuka hati bunga bergoyang si kupu hinggap, memujaMu bersembah sujud menghisap kehidupan pagi  

Puisi Singgih Swasono: Pelacur Jalanan

PELACUR JALANAN Puisi Singgih Swasono Bergincu bertebaran disepanjang jalan warung remang, ditemani kepik beterbangan bertopeng bedak wangi semerbak diantara lampu remang menjelang malam, kelebat kelewar beterbangan dibawah bulan sabit tak tembus pandang jalan, dalam remang perdu tergelar tikar alam memandu kenikmatan dalam beban ketimpangan. Oh…pelacur jalanan. Raung ruang kosong, gincu-gincu berlarian dalam lorong malam sepi, […]

[Balada] Tukang Becak dan Dasi Mlipit – Cerpen Singgih Swasono

[Balada] Tukang Becak dan Dasi Mlipit – Cerpen Singgih Swasono

[Balada] Tukang Becak dan Dasi Mlipit Cerpen Singgih Swasono Kang Nardi, si tukang becak, duduk metantang, pegang stang panjang melintang, genjot pedal mengayuh angin jalanan, pagi siang sore malam, bersimbah peluh asam garam kehidupan, berbau angan-angan. Dulu tukang tambal ban, tapi sekarang malah jadi tukang genjot pedal, Kang Nardi, bingung sehari belum mancal pedal. Pulang […]

Impianku Hari Ini Melayang – Cerita Singgih Swasono

Impianku Hari Ini Melayang – Cerita Singgih Swasono

Impianku Hari Ini Melayang (Kisah Bakul Bakso Bobor) Cerita Singgih Swasono Keciprat air comberan jelang remang malam tiba, iringi langkah mendorong gerobak roda kehidupan, kutelusuri pinggiran jalan berlobang isi air comberan, batu-batu tajam menyeruak, menginjak becek tanah tinggalkan jejak menghilang tenggelam sisa air guyuran hujan tadi siang, rumah-rumah membisu, yang kulihat lambaian daun pohon-pohon pinggir […]

Mak, Dia Janda – Cerpen Singgih Swasono

Mak, Dia Janda – Cerpen Singgih Swasono

Mak Dia Janda? [Secangkir Teh Tubruk] Itulah awal aku bertemu dengan dia, namanya Usnowati. Dan setelahnya aku selalu berkomunikasi dengannya, entah rasa apa bila tidak sehari saja menghubungi Dia serasa ada yang hambar. Cerpen Singgih Swasono  Di rembang petang semburat sinar lembayung diufuk barat, kulihat awan putih bergumpal tebal “malam nanti mungkin akan hujan, tiada angin […]

Hotel Termahal di Indonesia: Cerita Singgih Swasono

Hotel Termahal di Indonesia: Cerita Singgih Swasono

Cerita Singgih Swasono Malam hari di Pos Ronda “Jangan bergerak, angkat tangan” sergap empat orang berpakaian dinas suatu Polsek di pinggir Kota. Berempat kami terperanjat, di meja berserakan kartu remi, “Saudara saya tahan karena bermain judi, keluar angkat tangan”. “Pak, kami tidak judi” kami membela diri, bentaknya “Bicara nanti, Pak Eko bawa terdakwa dan barang […]

Cinta Kasih Terpendam – Cerpen Singgih Swasono

Cinta Kasih Terpendam – Cerpen Singgih Swasono

Cerpen: Singgih Swasono September 2011, satu minggu selepas lebaran aku datang ke kotaini, setelah lima tahun aku tinggalkan jejak tapak di suatu desa di kaki lereng Gunung Slamet. Ternyata disanaaku temukan jejak tapak kau saat berjihad seorang diri mempertahankan harga diri dari kebiadaban tiga manusia bernafsu bejad. Dalam mempertahankan kesucian diri kau kembali pada pangkuan […]