Tag Archive | Sitor Situmorang

(Zenith, 1953) Puisi Sitor Situmorang: Senja Di Desa

Puisi Sitor Situmorang: SENJA DI DESA Senja di desa-desa Antara kampungkampung dan matahari dijunjung gadis-gadis remaja; Periuk bundarbundar tanah liat dibakar tempaan tukang tua matahari senja. Antara sumber air dan gerbang perkampungan terlena jalan pasir pulang dari pancuran…… gadis-gadis remaja: Bulan di kepalanya Sumber: Majalah Zenit, nomor 10 Tahun III, Oktober 1953, halaman 589

(Zenith, 1953) Puisi Sitor Situmorang: Orang Boyongan

Puisi Sitor Situmorang ORANG BOYONGAN Dihalau kemiskinan gunung Hujan gunung Turun ke daratan Orang boyongan Ingin kerja dan makan Manusia lumpur Tangan berlumur Tinggalkan kampung Jadi boyongan Mau tanah dan penghidupan Bukan makmur Hanya ladang subur Tempat benih Dalam jerih Tumbuhnya pengharapan Dan arti kehidupan Berumah dan berhalaman Orang boyongan (tak punya tanah Di bumi […]

(Zenith, 1953) Puisi Sitor Situmorang: Pelaut

Puisi Sitor Situmorang: PELAUT Cerita Gladak untuk Annette M I Bergegar dalam layar Srta di laut melancar Di situ yang ia kejar Angin, ombak dan sinar Laut dalam dan lebar Hatinya tiada berdebar Pelaut lama ‘lah belajar Tak ada yang dikejar Kecuali burung camar. Dan di tepi sekali tuan sjahbandar. Muungkin ada istri, sebuah kamar […]

(Zenith, 1953) Puisi Sitor Situmorang: Kepada Pembaca

Puisi Sitor Situmorang: KEPADA PEMBACA Andai hidup jadi penyakit Yang melumat Segala jaring dan sendi Katakanlah rindu atau duka Dapat diambil pistol Dihabiskan nyawa Dan itu saja Atau ditahankan Hancur lambatlambat Hanya menulis sajak Memahat nasib: andai kata…. Dan itu saja Tapi aku kan mati Di negeri jauh Dekat tuan Tapi tuan tak tahu Kapan […]

(Zenith, 1953) Puisi Sitor Situmorang: Tekateki untuk Retni

Puisi Sitor Situmorang: TEKATEKI UNTUK RETNI Sebelum bernama Ia telah bunga Berkata rasa: Indah Sebenarnya itu cukup sudah Tapi ia kita beri nama, Jadi tautan bagi rasa Bunga di mata Apa namanya? Sumber: Majalah Zenit, nomor 10 Tahun III, Oktober 1953, halaman 585

(Zenith, 1953) Puisi Sitor Situmorang: (Tanpa Judul)

Puisi Sitor Situmorang: (1) Dalam gelas bundar hampa udara Pada diri berkaca Bunga sepi Tercium matahari luar Indah dan mati Memantul sinar Bungaku yang sepi   (2) Disebut nama, hendak dilupakan Nama tercinta didiamkan Sumber: Majalah Zenit, nomor 10 Tahun III, Oktober 1953, halaman 584

(Zenith, 1953) Puisi Sitor Situmorang: Padi

Puisi Sitor Situmorang: PADI Kami yang tidak hitung tahun dan hari Berganti turunan membajak dan menunai Menabur bintang di malam dan hari Kami mengenal diri pada jerih Kami mengenal diri pada pedih Kami mengenal diri pada langit jernih Serta musim yang selalu pulih Sumber: Majalah Zenit, nomor 10 Tahun III, Oktober 1953, halaman 583

(Zenith, 1953) Puisi Sitor Situmorang: Dari Hal Mimpi dan Sajak (Untuk Takdir Alisjahbana)

Puisi Sitor Situmorang DARI HAL MIMPI DAN SAJAK Untuk Takdir Alisjahbana Dari segala kebenaran ada satu: Tak ada sajak yang cukup berharga. Yang lahirnya menimbulkan luka, Dari segala derita, ini selalu. Dari segala kebenaran hanya satu: Tak ada sajak yang tidak dari duka. Kala ia lahir dari gembira Dari segala gembira-hanya satu. Jika ia derita […]

(Indonesia, 1949) Puisi Sitor Situmorang: (Tanpa Judul)

Puisi Sitor Situmorang: Kami jalan menempuh malam. Sarat ingin-mau satu-sama tenggelam dalam ini gelap Sama timbul dalam satu mimpi ……………………………………………………….. Malam jalan. Kami yang mengikut Tetap terpisah! Sumber: Majalah Indonesia, Nomor 11 & 12, Desember 1949, halaman 699

(Mimbar Indonesia, 1953) Puisi Iwan Simatupang: Merahjambu di Melati (Kepada Sitor Situmorang)

(Mimbar Indonesia, 1953) Puisi Iwan Simatupang: Merahjambu di Melati (Kepada Sitor Situmorang)

MERAHJAMBU DI MELATI Kepada Sitor Situmorang   Ada darah tiris Dari hati atas melati Satu satu Ada melati tumbuh Di ciuman segara dengan gurun Jauh jauh Darah beku Melati layu Tapal sayu Ada murai atas kaktus Ada kaktus dalam hati Ada kicau berduri… Sunyi sunyi Sumber: Majalah Mimbar Indonesia, Nomor 44 Tahun VIII, 31 Oktober […]