Tag Archive | Sobron Aidit

(Zenith, 1953) Puisi Sobron Aidit: Tanjung Priok

Puisi Sobron Aidit: TANJUNG PRIOK Tumbuhan lalang merebah melambai berdesir pasir mengulum senyum dan mengalun riak-riak pantai sedang anginlaut deras mendarat. Nelayan dan bujang ini hilang rasa kembara di hati menetap pasti perasaan damai dan rasa gundah menyemai Ya, Halilah gadis pantai menyemai di hati bujang risau memagar erat manambat kalbu! Ya, Halilah gadis Tanjung […]

(Zenith, 1953) Puisi Sobron Aidit: Dalam Kapal

Puisi Sobron Aidit: DALAM KAPAL (Perjalanan pulang berlibur) Dinihari Lahewa*) melancar laju terasa mendekat: gunung biru tanah di mana aku bernyawa yang mula mengenal ibubapa Buih berlari, hijau mengambang kadang menunggingkan sirip tajam Ikan terbang-kecil berlaga sendiri kadang camar menyambar ngeri Laut luas, mata lepas hati berkemas, jiwa mengempas antara Jakarta dan Tanjung Pandan selat-selat […]

(Zenith, 1953) Puisi Sobron Aidit: Jauh Malam di Pasar Matraman

Puisi Sobron Aidit: JAUH MALAM DI PASAR MATRAMAN Tukang bandrek berdiang darurat pembeli jauh, rumah jauh pelita mengecil, cahya merebah Minah, mendamba tanpa menyerah Minah, meminta tanpa mengaduh. Bulan empatbelas kian meninggi kadang terlindung daun menari kadang mengintai, manusia sangsai baring mengingsut tanah berkisar – Batang  beringin dan bulan tersenyum – Melancar becak, hatinya ingin […]

(Pujangga Baru, 1951) Puisi Sobron Aidit: Kenangan

Puisi Sobron Aidit: KENANGAN “Orang jalan berhenti dan menoleh ke belakang” Jauh, jauhlah pandang’Jauhlah tempat yang akan didekati Kalau sudah jalan payah debu mengejar… Suara mana yang dapat panggilan dari sejarah Yang akan kembali dan dikaji Kepada siapa yang ada suara juga jalan Habisilah serta buka pelan-pelan Akan mengharap pertolongan dan tempat yang dipandang Tapi […]

(Pujangga Baru, 1951) Puisi Sobron Aidit: Tentang Kepuasan

Puisi Sobron Aidit: TENTANG KEPUASAN Kelahiran di sini tertumpah di atas saringan Memercik lagi ke arah tujuannya sendiri Dan tiap pendapatan tersembunyi segala tangis Pula marah pada diri Lain kumpulan pergi ke dalam kesunyian Kami, kamilah akan meneruskan kekuarangan dan kependekan jalan Bikin panjang tidak berakhir Tapi dalam tiap dada Selalu bertanya dalam gulana (Kalau […]

(Indonesia, 1951) Puisi Sobron Aidit: Bagi yang Tidak Mengerti

Puisi Sobron Aidit: BAGI YANG TIDAK MENGERTI Sedungu dan sekelu itu dia menjalani benuanya membuat kami berani berkata tenang-tenang kukatakan dalam dirinya: tahu tuan, dari mana kami ini? Dan dia mematungkan diri di keleluasaan padang dari jauh tampak – mata kami yang melihatnya dengan sayu berlari bangsa jenisnya merebut arca itu, arca emas lagi kami […]

(Indonesia, 1951) Puisi Sobron Aidit: Berita dari Orang yang Sedang dalam Penjara

Puisi Sobron Aidit: BERITA DARI ORANG YANG SEDANG DALAM PENJARA Sedalam itu juga maka lahirlah dia dara dirumppun bambu hijau ria dalam dirinya terawang. Dan kami yang akan jadi bapa yang jaya bertanya: “Untuk apa bunga disuntingkan di kepala?” Tiba pada batas tanya dan jawab kami pancarkan darah ke garis murni lukisan dara di rumpun […]