Tag Archive | Sri Sulandari

Puisi Sri Sulandari: Bisikan Kepada Kekasih

Puisi Sri Sulandari: Bisikan Kepada Kekasih

BISIKAN KEPADA KEKASIH Puisi Sri Sulandari Udara terhirup begitu kering mencekik Tiap tarikan nafas menorehkan rasa sakit Hingga di ujung nadi Baru kuhayati rasa makhluk yang tercekam sendirian Tersadar aku terlambung oleh kesombongan Merasa tegak dan ada yang membutuhkan Perlahan dan pasti Aku terbunuh sendiri oleh berbagai mimpi Maafkan, Aku tak pernah bisa berikan rasa […]

Puisi Sri Sulandari: Hujan Menjelang Fajar

Puisi Sri Sulandari: Hujan Menjelang Fajar

HUJAN MENJELANG FAJAR Puisi Sri Sulandari Selembar tipis mendung yang kulihat dinihari tadi telah menjelma gerimis. Membasah seluruh pori malam, menggantung di ujung dedaunan bersama embun Hujan kali ini begitu manis sederhana tapi memikat seperti senyummu 31 Agustus 2013  

Puisi Sri Sulandari: Panggil Aku Wulan

Puisi Sri Sulandari: Panggil Aku Wulan

PANGGIL AKU WULAN Puisi Sri Sulandari Tintrim Selaput kabut membalut malam membawa aroma melati dan cempaka sepenuh pekat membius, melarut bertelanjang kaki aku menuju langit selendang pelangi membalut tubuh bersijingkat pada tiap gumpalan awan aku mencarimu pada tiap lembar langit yang terhampar akulah perempuanmu kangmas perempuan yang kau panggil wulan bisikku dalam cekat kuhamburkan tubuhku pada […]

Puisi Sri Sulandari: Luruh

Puisi Sri Sulandari: Luruh

LURUH Puisi Sri Sulandari tak ada laut yang tak bertepi tak ada hari yang tak berakhir senja tak ada yang abadi sesungguhnya telah kutaklukan seluruh takutku telah kutumbangkan seluruh sepiku pada merahnya senja telah kuteriakkan seluruh bahasaku tentangmu pada kedalaman samodera telah kularutkan seluruh kedalaman rinduku atasmu laut, angin, langit dan matahari tak mampu gantikan […]

Puisi Sri Sulandari: Menunggu Purnama Rindu

Puisi Sri Sulandari: Menunggu Purnama Rindu

MENUNGGU PURNAMA RINDU Puisi Sri Sulandari Melongok langit senja yang mulai merembang petang Mengepak sayap terbalut gigil Terdampar ku di segumpal mega Tak peduli angin mempermainkanku ke segala arah Aku hanya ingin menatapmu, pada kilau bulan menuju purnama Bait bait rindu kuhamburkan, memenuhi kolong langit menyelusup di antara awan yg berarak Menujumu Tak peduli hujan […]

Puisi Sri Sulandari: Kasihku, Aku Ingin Menari Untukmu

Puisi Sri Sulandari: Kasihku, Aku Ingin Menari Untukmu

KASIHKU, AKU INGIN MENARI UNTUKMU Puisi Sri Sulandari langit malam ini begitu keperakan memeluk bumi dalam warna kemilau temaram bahkan bulan dan bintang begitu cemburu hingga ikut menghampiri dalam bias genitnya malam ini rinduku padamu begitu membius membuatku menggeliat dalam tarian renjana mengikuti setiap detak rindu yang berdentam bertalu menghidupkan aliran darah menggetarkan denyut jantung […]

Puisi Sri Sulandari: Merah Rinduku Semerah Bantalku

Puisi Sri Sulandari: Merah Rinduku Semerah Bantalku

MERAH RINDUKU SEMERAH BANTALKU Puisi Sri Sulandari Mengulum senja yang hampir habis merahnya mengedar tatap ke segenap pojok ruang remang dingin Teronggok bantal merah, menyendiri di sudut pembaringan merahnya kini telah begitu pias dan basah airmata hangatnya kini telah begitu luruh dalam sentuh penantian telah tertumpah segenap ingin telah terlontar seluruh hendak bermuara berhenti, hanya di bantal […]

Puisi Sri Sulandari: Lelaki Selintas Bayang #2

Puisi Sri Sulandari: Lelaki Selintas Bayang #2

LELAKI SELINTAS BAYANG #2 Puisi Sri Sulandari Pesonamu begitu luruh menyeretku dalam putaran hasrat yang begitu menggemuruh dayaku begitu luluh larut hanyut dalam alun permainan yang kau tawarkan terjaga sadarku tak tertemui kau disini Tinggalkanku tanpa sempat jejakkan janji 26 Agustus 2011

Puisi Sri Sulandari: Lelaki Selintas Bayang #1

Puisi Sri Sulandari: Lelaki Selintas Bayang #1

LELAKI SELINTAS BAYANG  Puisi Sri Sulandari dirimu takkan pernah mampu melihat betapa rapuh dan lelahnya aku hanya dari melihat raut wajah, mendengar atau membaca percakapanku, karena yang kan kau temui di wajahku adalah senyum dan tawa, karena yang kan kau temui di setiap percakapanku adalah bagaimana membuat orang bahagia, tahukah kamu betapa besar kekuatan itu […]

Puisi Sri Sulandari: Lebay

Puisi Sri Sulandari: Lebay

LEBAY Puisi Sri Sulandari (1) tahukah kau, bahwasanya aku selalu mengingatmu. Tahukah kau bahwasanya aku inginkanmu (2) rindu menderu, pada hasrat yang menggebu. Sayang… sungguh aku ingin bertemu kamu  

Puisi Sri Sulandari: Belenggu Cemburu

Puisi Sri Sulandari: Belenggu Cemburu

BELENGGU CEMBURU Puisi Sri Sulandari ribuan kata menggumpal di kepala berseliweran tanpa sempat terucap ada sebulir bening di sudut mata bersikeras agar tak terjatuh aahh… andai saja ku katakan padamu sungguh aku cemburu  

Puisi Sri Sulandari: Lelakiku (4)

Puisi Sri Sulandari: Lelakiku (4)

LELAKIKU (4) Puisi Sri Sulandari selamat pagi duniaku selamat pagi lelakiku selamat pagi lelaki bermata syahdu karenamu telah kutaklukan risau dan resahku telah kubebaskan seluruh tawanan rinduku padamu telah kululuhkan beku di segala galau karena pergimu selamat pagi laki laki bermata syahdu. Lelakiku… 22/8/11

Puisi Sri Sulandari: Lelakiku (3)

Puisi Sri Sulandari: Lelakiku (3)

LELAKIKU (3) Puisi Sri Sulandari menyusuri tarian kata demi kata melangkah dibelantara sunyi berpacu degup jantung dan langkah kaki menyusuri kerimbunan belantara sepi menyongsongmu lelakiku tuk berpacu dalam hening malam-malamku hingga ku tak sanggup tafsirkan mimpi-mimpi karna ku takut tak sempat terbangun lagi.. 20/8/11

Puisi Sri Sulandari: Lelakiku (2)

Puisi Sri Sulandari: Lelakiku (2)

LELAKIKU (2) Puisi Sri Sulandari sampai detik ini tak tertemu kalimat untuk lukiskan tentang kita sampai detik ini tak tertemu kata tuk ungkapan sebenar rasa tentang kita tak semestinya aku memilih tak seharusnya aku meminta tak seharusnya aku bertanya.. ahh.. selalu saja rasa ini hadir menggoda rasa pada sesuatu yang tak seharusnya ada (edisi Lelakiku) […]

Puisi Sri Sulandari: Selingkuh (5)

Puisi Sri Sulandari: Selingkuh (5)

SELINGKUH (5) Puisi Sri Sulandari Tak tertemui kata yang bisa tuk lukiskan apa yang berkecamuk di hatiku saat ini tak tersusun kalimat untuk bisa lampiaskan segala amarah yang bersemayam di kepala. Tak sanggup kulerai pertikaian yang sedang bergejolak di nurani, hanya bisa jadi penyaksi atas luka yang tertoreh dari segenap tusukannya. Tak bisa mengelak tak […]

Puisi Sri Sulandari: Selingkuh (4)

Puisi Sri Sulandari: Selingkuh (4)

SELINGKUH (4) dalam keterbatasanku kembali kusapa kamu, tak lebih tak kurang, sebab tak berani kupinta lebihmu apalagi kucari kurangmu. kamu tetaplah kamu dengan segala yang kusuka darimu, kamu tetaplah kamu dengan segala yang kudapat darimu, kamu tetaplah kamu dengan segala yang telah ku beri untukmu, kamu tetaplah kamu, dengan segala riuh renjanamu, dan akan tetap […]

Puisi Sri Sulandari: Selingkuh (3)

Puisi Sri Sulandari: Selingkuh (3)

SELINGKUH (3) Puisi Sri Sulandari kalau sempat terbersit di benakmu bahwa aku berharap lebih, jelas kamu salah. biar saja kisah renjana kita tertawan dalam keterbatasan, aku hanya berusaha menjaga bahwa semua kisah yang telah kita kita tuliskan, cukup hanya kita berdua saja yang membacanya kalau kamu berpikir bahwa aku akan menabur cedera pada hidup kita, […]

Puisi Sri Sulandari: Selingkuh (2)

Puisi Sri Sulandari: Selingkuh (2)

SELINGKUH (2) Puisi Sri Sulandari masih saja rasa kagum itu menderaku, memenuhi setiap helai dan lembar hidupku bersamamu, masih saja rasa takjub selimutiku, tak terelak tak terganti tak terampas, hanya untukmu kekasihku. Jika kini aku sedikit berpaling darimu bukan hendak kuingkari segala rasaku tentangmu, justru karena sempurnamu kucoba cari kurangmu pada sosok selain kamu, maafkan […]

Puisi Sri Sulandari: Perjalanan

Puisi Sri Sulandari: Perjalanan

PERJALANAN Puisi Sri Sulandari Suamiku.. sudah begitu lama kita memulai perjalanan ini jalan lurus datar bersemak ilalang hampir selalu kita lewati kerimbunan rimba pernah kita hadapi kehijauan padi juga sering kita nikmati tapi tak jarang jalanan yang menanjak, menurun berkelok berlubang dan berbatu tikungan pun hadir tanpa memberi tanda hiruknya kota hampir selalu kau singgahi […]

Puisi Sri Sulandari: Terukir Catatan

Puisi Sri Sulandari: Terukir Catatan

TERUKIR CATATAN Bagi : Odi Puisi Sri Sulandari Terekam perjalanan terukir dalam catatan hadir menjadi kenangan kadang terselip terlupakan atau sengaja diusir dalam ingatan demi sebuah kebersamaan merajut tapi tak merasa kusut bergelut dengan kamelut tanpa merasa tersudut dan tersulut bercumbu dalam harap meluruh dalam kasih berhadapan tanpa merasa bermusuhan berbeda tanpa merasa dibedakan bergembira […]

Puisi Sri Sulandari: Sendu

Puisi Sri Sulandari: Sendu

  SENDU Puisi Sri Sulandari  Tadi pagi langit dirumahku begitu biru angin bertiup begitu sepoi matahari terasa hangat di kulit Kubuka pintu kehidupan mulai terhampar terdengar kicau burung begitu riuh diantara pucuk-pucuk pohon mangga diantara keriuhan itu terdengar satu kicauan yang berbeda begitu panjang menyayat berbau kesepian hadirkan sendu diantara keriaan tertegun takjub seseorang mendekatiku: […]

Puisi Sri Sulandari: Resahmu

Puisi Sri Sulandari: Resahmu

RESAHMU Puisi Sri Sulandari  menjadi orang tua memang tidaklah mudah banyak hal membuat kita menjadi gundah janganlah kau anggap ini susah membuat orang lain resah apalagi sampai mengumbar nafsu amarah anak kita.. tidak selalu bertingkah laku seperti yang kita mau bersikap seperti yang kita harap berkata-kata apa yang kita suka tidak selalu memuji atas apa […]

Puisi Sri Sulandari: Kata-kata Baru

KATA-KATA BARU  Puisi Sri Sulandari “Ibu, semalam aku menemukan kata-kata baru” “Coba ucapkan pada ibumu, anakku” “batutata gawaru” “tapi anakku, ibu tidak tahu arti dan makna kata-katamu “ketahuilah ibu, akupun sering seperti ibu, tidak tahu arti dan makna kata-kata yang bapak dan ibu ucapkan padaku” “maafkan ibu, anakku, tidak seharusnyalah kami sekedar berkata-kata padamu, tapi […]

Puisi Sri Sulandari: Sebuah Catatan Pagi

SEBUAH CATATAN PAGI  Puisi Sri Sulandari Ketika engkau memandangku, kau bilang yang kau lihat hanya warna hitam dan abu-abu, sementara aku merasa telah berikan seluruh warnaku padamu. Ketika kau dengar suaraku, kau bilang yang kau dengar hanya nada sumbang tak menentu, sementara telah kuberikan seluruh suara indahku. Tapi ketika kulihat dan kudengar celoteh anakku, beribu […]

Puisi Sri Sulandari: Lelaki Masa Lalu

Puisi Sri Sulandari: Lelaki Masa Lalu

LELAKI MASA LALU Puisi Sri Sulandari engkau yang mewangi diantara luruhnya bulir-bulir padi yang senantiasa mengulum senyum untukku diantara lembutnya belaian bunga ilalang yang terbaring disisiku dihamparan rumput pojok dusun sembari menikmati betapa jingganya warna bulan yang meluruh dalam rindu diantara guguran wangi bunga kemuning engkau yang pernah sematkan untaian bunga tanjung di kepalaku dan […]

Puisi-puisi Sri Sulandari: Segenap Rasa

Puisi-puisi Sri Sulandari: Segenap Rasa

  Puisi-puisi Sri Sulandari    SEGENAP RASA sungguh aku ingin menjelaskannya, kediaman akan menimbulkan kesalahpahaman, ketika semua ucap tak lagi punya makna apa yang akan ku kata ketika semua jawab sudah tiada guna untuk apa kamu sempatkan bertanya ketika tak ada lagi percaya ketika kau hamburkan rasa curiga untuk apa kau minta aku menguraikannya. (edisi […]

Puisi Sri Sulandari: Berburu Embun

Puisi Sri Sulandari: Berburu Embun

  BERBURU EMBUN Puisi Sri Sulandari temaram pagi ini setemaram hatiku, semilirnya angin menelusup setiap relungpori, menemaniku mencarimu, ya.. kucoba mencari sisa embun dipucuk daun hatimu sebelum mentari memaksamu berlalu _________________ Sri Sulandari, tinggal di Yogyakarta

Puisi-puisi Sri Sulandari: Seputar Mimpi

Puisi-puisi Sri Sulandari: Seputar Mimpi

Puisi-puisi Sri Sulandari (1) menjinakkan imajinasi (2) keresahan sedang merajai hati, semoga saja segera berlalu. (3) terserahlah mau bilang apa, kau tak punya hak sedikit pun mengadili pikiran dan tindakanku..semua kulakukan dengan kesadaran penuh tanpa beban dan tekanan. (4) dengan sepenuh harapku akan kutunggu saat itu, saat kau kau katakan kau pun merinduiku.. (5) ada […]

Puisi Sri Sulandari: Lelakiku (1)

Puisi Sri Sulandari: Lelakiku (1)

  LELAKIKU (1) Puisi Sri Sulandari Apa kabar lelakiku, apa kabar lelakiku, puisiku.. lelaki berhati lembut, berjiwa embun selalu saja ada yang tersentak, setiap sebut namamu di jiwaku selalu saja ada yang tergugu kala rindu menderaku debar yang tak pernah usai debur yang tak pernah surut tak sanggup kupilih kata tuk tuangkan seluruh renjanaku atasmu […]

Puisi-puisi Sri Sulandari: Sesal

Puisi-puisi Sri Sulandari: Sesal

Puisi Sri Sulandari (1) diantara aku kau dan dia, selalu saja hadirkan debar yg sama. Dik, jangan pernah tinggalkan aku… pinta sederhana darimu yang tak pernah terpenuhi olehku (2) diantara aku, kau dan dia. Terbelenggu pada hasrat  keliru, maafkan aku karena merindukannya disaat menunggumu (3) Menghabiskan sisa malam dengan  tetap pada keresahan yg sama, bersama […]