Tag Archive | Susan Gui

Puisi Susan Gui: Yang Melintas Pertama

Puisi Susan Gui: Yang Melintas Pertama

YANG MELINTAS PERTAMA Puisi Susan Gui Jangan membayang, sekiranya aku pernah melintas di pikiranmu, Sejengkal dari kehilangan dan hembusan membawa namamu pada helai bulu-bulu halus dari penantian Kukira, inilah; Tepat pada delapan lewat tiga puluh tujuh menit, kau melukis sebuah wajah yang pertama melintas dalam senyap Sosok pertama menyebar wewangi dari tahunan kerinduan Terpilin diulas […]

Giok Pada Bulan Mei – Cerpen Susan Gui

Giok Pada Bulan Mei – Cerpen Susan Gui

GIOK PADA BULAN MEI Cerpen Susan Gui Cinta adalah ranah yang sering tidak bisa dijelaskan lewat nalar yang logis, tapi tentu bisa dimaknai melalui ruang-ruang magis yang mendalam. 25 Mei 2000 Sudah lebih 2 tahun aku menatap ke jendela, menunggumu datang dan memberikan segaris senyum hangat untukku. Aku selalu menatap ke jendela; selalu menunggu. Aku […]

Puisi Susan Gui: Saat Nanti Kita Tiada Cahya

Puisi Susan Gui: Saat Nanti Kita Tiada Cahya

SAAT NANTI KITA TIADA CAHYA Puisi Susan Gui Ada tapak waktu dari guratan jemarimu Dalam setiap inchi ranum tubuhku Diikat dari masa hingga tenggat rasa Itu aku teggelam dalam harap jutaan kata Kerap aku lunglai dan berkali kalah Sekali pun perang belum merupa wajah Tubuh wadag beribu pasrah Rebah begitu di tindih marah Malam,  membawa […]

Puisi Susan Gui: Terbaring Sakit

Puisi Susan Gui: Terbaring Sakit

TERBARING SAKIT Puisi Susan Gui Kasih, bawakan aku senja Merona kuning tercampur jingga Yang teraduk rona di ufuk barat Aku menunggu sembari gusar Senja yang kau bawa Tahukah sangat berarti dalam Senja yang mewarna kuning Rindu yang dikandung ribuan harap Kasih, apa senja itu sudah di tanganmu? Senja yang mengingatkan sebuah memoar di saat kau […]

Puisi Susan Gui: Tanjung

Puisi Susan Gui: Tanjung

TANJUNG  Puisi Susan Gui Aku menunggu di sudut tanjung Kecipak air membentur ombak Terpecah dan menjadi sama Kau begitukah? Sama dan jadi biasa, Menanti sekelat cahaya membias dari lampu perahumu Yang bergerak mengikuti ombak Yang menunggu dalam keheningan debur Senyap yang semakin gulita Dan kau merasaikah? Karena, Aku hanya sanggup menanti di sudut tanjung Menunggu […]

Puisi Susan Gui: Yang Tak Kembali

Puisi Susan Gui: Yang Tak Kembali

YANG TAK KEMBALI  Puisi Susan Gui /1/ Aku ribuan tahun mati, menghisap debu sendiri Mati yang ribuan kali menjumpai kehidupan Mati yang jutaan sepi diingkari Yang berlari dari ribuan waktu, Senja maha sendu Pelupuk mata yang jadi kuyuh  ditikam ribuan kali pilu Ribuan waktu mati, tidak pernah kembali dan memburu Cinta, rasa, abu itu biasa […]

Puisi Susan Gui: Sepi

Puisi Susan Gui: Sepi

SEPI Puisi Susan Gui Senandung kecil ketika malam hanya jadi gesau, kosong, kosong, demi kosong. Denting, denting, demi denting yang jadi kosong. Rintik jadi gelombang, Ramai jadi senyap, Api hanya mampu jadi abu. Ramai kicau hanya nyanyian syahdu di tengah padang ilalang Sepi yang mengantar pada entah apa, Jika tercipta kelindan batin yang tidak seberapa […]