Tag Archive | Sutirman Eka Ardhana

Puisi Sutirman Eka Ardhana: Sajak Pagi Hari

Puisi Sutirman Eka Ardhana: Sajak Pagi Hari

Puisi Sutirman Eka Ardhana: SAJAK PAGI HARI Waktu pun telah kembali semula seperti kemarin, ketika burung-burung gereja di jendela bernaynyi menyambut pagi dan matahari yang mempersiang diri Ada suara kereta dari jauh yang melengking menyimak hening dan kembali kota jadi riuh’ dengan suara-suara saling beriring Duh, bunga-bunga di halaman telah berganti saling mekar dan mewangi […]

Puisi Sutirman Eka Ardhana: Duka Adalah yang Menyapaku Setiap Waktu

Puisi Sutirman Eka Ardhana: Duka Adalah yang Menyapaku Setiap Waktu

Puisi Sutirman Eka Ardhana: DUKA ADALAH YANG MENYAPAKU SETIAP WAKTU Duka adalah yang menyapaku setiap pagi Bagai sahabat setia, mengucapkan salam Ketika waktu dan matahari Saling berpacu memburu hari Duka adalah yang menyapaku setiap malam Menganggukkn kepala dan tak mau pergi Sedangkan sepi dan kelam Semakin gila merasuk diri Duka adalah yang menyapaku setiap waktu […]

(Basis, 1975) Puisi Sutirman Eka Ardhana: Stasiun Tugu -Yogya

(Basis, 1975) Puisi Sutirman Eka Ardhana: Stasiun Tugu -Yogya

STASIUN TUGU – YOGYA Puisi Sutirman Eka Ardhana orang-orang saling memandang ke depan sekelilingnya, kupu-kupu yang terbang dan jam di tembok pun berdentang mereka pun saling memandang diri mereka sendiri-sendiri suara kereta pun melengking dari jauh menyentak dan membangunkn segala bimbang lalu, kereta pun datang penumpang-penumpang turun, saling pandang dan di sini pertemuan pun lalu […]

(Basis, 1975) Puisi Sutirman Eka Ardhana: Sesaat, Sebelum Kupulaskan Mata

(Basis, 1975) Puisi Sutirman Eka Ardhana: Sesaat, Sebelum Kupulaskan Mata

SESAAT, SEBELUM KUPULASKAN MATA Puisi Sutirman Eka Ardhana sesaat,sebelum kupulaskan mata dan tidur hanya engkau yang serasa menyenyumi di pelupuk mata demikian salu wajahMu, meluluhkan keluhku dan atas nama dosa, ku menyerah di hariabaanMu lalu bayang-bayang peristiw yang telah lampau serasa masih juga hadir dan lewat di sini hari-hari kelam serta kelabu seperti ada kembali, […]