Tag Archive | Taufiq Ismail

(Mimbar Indonesia, 1955) Puisi Taufiq Ismail: Membajak Kembali

Puisi Taufiq Ismail: MEMBAJAK KEMBALI Orangorang telah membajaki sawahsawahnya kembali karena lewat sudah musim kemarau menguning bumi lekang kering menafaskan lagi air membening di punggung bukitbukit awanhujan bergantung biru pepohonan di desa mulai dipukul angin beruap lembab tangkaitangkai bersibajak dan penyawahpenyawah berslubung harap di jantung kerbaukerbau di-hee, yaaaaah! He….. yaaaaah! anakanak perempuannya mengantar sarapan cuma […]

(Indonesia, 1954) Puisi Taufiq Ismail: Memori

Puisi Taufiq Ismail: MEMORI Kibaran panji-panji. Tegak: bergeletaran, sobek dan kumal dalam seruan angin merangsang darah dan hati Pada rimba timangan laut dan bumi pejuang-pejuang tiba: gosok deru senjata dan mati randa dan piatu puing dan mesiu Lantas kita punya kenangan indah sudah: deru kkibaran bendera kemenangan atas kita punya tanah dan air, dan udara […]

(Kisah, 1955) Puisi Taufiq Ismail: Kemarau di Desa Bangkirai

Puisi Taufiq Ismail KEMARAU DI DESA BANGKIRAI Seekor anjing melolong larut di lereng bukitbertubir Bulan merah di sungai bulat mengapung. Angus dan pijar Kurus lembah kuning patah dauntebu didukung punggunggunung Melantun bayang tetes pancuran: tubuh jerami merapuh Malam ramadhan dinginnya menusuk ke hulu tubuh Kemarin tengah hari udara meleleh dipadangpanjang Kerbau si-Sati, kambing coklat mengahngah […]

(Kisah, 1955) Puisi Taufiq Ismail: Kemarau di Desa Bangkirai

Puisi Taufiq Ismail: KEMARAU DI DESA BANGKIRAI Seekor anjing melolong larut di lereng bukitbertubir Bulan merah di sungai bulat mengapung. Angus dan pijar Kurus lembah kuning patah dauntebu didukung punggunggunung Melantun bayang tetes pancuran: tubuh jerami merapuh Malam ramadhan dinginnya menusuk ke hulu tubuh Kemarin tengah hari udara meleleh dipadangpanjang Kerbau si-Sati, kambing coklat mengahngah […]

(Kisah, 1955) Puisi Taufiq Ismail: Riwayat

Puisi Taufiq Ismail RIWAYAT Sebuah kisah yang dibangkitkan Dari antara keluarga-keluarga parapenenun Dan pembatik di kota P I Hidup yang bergalau gemeretak deru mesintenun pada siur jaringan benang dan ragi kainpanjang pada tawarnya hati bila anak jadi berbesaran sebuah keluarga sendiri pula dunianya ibunya, ibu berwajah angus diangtungku terbungkuk begini renta cuma bertutupdada nafkah bertuangkan […]

(Merdeka, 1955) Permainan Penyair dan Sajak

(Merdeka, 1955) Permainan Penyair dan Sajak

Permainan Penyair dan Sajak Oleh: Soerachman RM DALAM salah satu sajaknya, pernah Sitor Situmorang menyatakan bahwa “Besar penyair karena duka”. Kemudian Rendra lebih tegas lagi berkata dalam “Ciliwung” yang manisnya” (KISAH/November MCMLV) Maka segala sajak yang baik Adalah terlahir dari nestapa Kalaupun bukan Adalah dari yang sia-sia Ataupun ria yang berarti kerna papa MENURUT saya […]