Tag Archive | Toto Sudarto Bachtiar

(Zenith, 1951) Puisi Toto Sudarto Bachtiar: Selamat Jalan

Puisi Toto Sudarto Bachtiar: SELAMAT JALAN Rumah dan gedung stasiun, perawan Pudar dan sedih dalam bayangan bulan Jalan-jalan memagar aku! Dan engkau Dalam tenang kejauhan Hati selalu memberi dan menerima Rasa ingin berjanji dan bertanya Pergi sejalan lepas sama kau Antara ruang tiada warna Dan seruling kereta api Aku kering dan dahaga Lepas mata air […]

(Zenith, 1951) Puisi Toto Sudarto Bachtiar: Potret Perempuan ’51 (Buat Mochtar Apin)

Puisi Toto Sudarto Bachtiar POTRET PEREMPUAN ‘51 Buat Mochtar Apin lalu mengalun lalu mengalun gema rona kehijauan palma kipas di tangan sekejap lalu anak-anak asap rokok abu pinggang mengombak buah dada lantai cendrung pintu mengajak lari anak-anak lalu debu lalu debu lalu lalu lalu bayangan lalu aku lalu Majalah Zenith, Nomor 6 Tahun I, Juni […]

(Zenith, 1951) Puisi Toto Sudarto Bachtiar: Sajak-Sajak Tidak Selesai

Puisi Toto Sudarto Bachtiar: SAJAK-SAJAK TIDAK SELESAI Buat ZIZI Dia tinggalkan jejak dan kata di taman bunga bertangga seratus tingkat dan meremang di bawah sealun panorama: ngarai bersembunyi jalan bersembunyi dan kenangan pertemuan darah ibu, adik, bapak dan seluruh keluarga di kaki langit danau bertepi rimba bukit-bukit yang asing di sana Majalah Zenith, Nomor 6 […]

(Zenith, 1951) Puisi Toto Sudarto Bachtiar: Yang Tinggal dan Yang Pergi

Puisi Toto Sudarto Bachtiar: YANG TINGGAL DAN YANG PERGI Yang perempuan rindukan Detik dan waktu yang lalu dan tua Kembali lagi yang sealun karam Di linangan air mata Dan kepulan debu di jalan Ini bisa manis Laksana anggur tua Antara gigi mutiara Bisa ngeri sekali Seperti jalan bintang Tenggelam dalam laut malam Yang perempuan tinggal […]

(Zenith, 1951) Puisi Toto Sudarto Bachtiar: Kehilangan

Puisi Toto Sudarto Bachtiar: KEHILANGAN Kawan, relakan tenang dalam malam beledu Runtuhan kering dan batu-batu Gurun tua menurun hilang Di bawah kaki terpijak kaku Hati yang sisa Menyusur irama lama Di mana tersua bayangan paha Gadis manis hilang di jalan Dalam musim bunga layu Dalam waktu lembut berduka Dada kosong dalam kenangan Diri hanya sepasi […]

(Zenith, 1951) Puisi Toto Sudarto Bachtiar: Perempuan Malam

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,”sans-serif”; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} Puisi Toto Sudarto Bachtiar: PEREMPUAN MALAM Dalam gelap buta Berdiam bintang dan bulan Sepanjang pantai kelabu Ombak […]

(Zenith, 1951) Puisi Toto Sudarto Bachtiar: Pengembara

Puisi Toto Sudarto Bachtiar: PENGEMBARA Bintang-bintang muda manusia muda Selalu guguran sepanjang tepi berliku mati Gurun pertemuan dengan perawan Menurun dan hilang searah lembah selalu senjata. Pergi. Pergi meninggalkan daging dan pribadi bernyanyi Sendiri antara perantauan panjang Mengapa asing dunia inginkan kurban Seperti bumi dimakan api dan nyawa lepas Dari rangka. Jalan bersimpang tiada hati […]