Tag Archive | Umar Machdam

(Pelita, 1979) Puisi Umar Machdam: Gondrong

Puisi Umar Machdam: GONDRONG murid gondrong guru gondrong santri kyai gondrong sekolaan gondrong pengajian gondrong mesjid gondrong Tuhanpun dipaksa pakai wig supaya keliatan gondrong juga tinggal setan yang klimis tanpa kumis mencibir sinis pada malaikat yang sedang nangis Sumber: Harian Pelita, 3 Juli 1979

Puisi Umar Machdam: Tanpa Daun Sehelaipun

Puisi Umar Machdam: TANPA DAUN SEHELAIPUN Sehelai daunpun Belum tumbuh di batang tubuh Sedangkan buah Agak janggal Menggantung di ranting kering Panas terik tunas mengering Ini memang hidup hari ini Udara kuhirup dengan akar Panas terik mengeringkan tunas Dan hati kusembunyikan di onggok perbukitan Pikiran kujerang dilaut bebas Paru-paru kugantung diatas bintang Jantungku mengembara Dari […]

Puisi Umar Machdam: Hukum

Puisi Umar Machdam: HUKUM Polisi adukan hukum Pada sopir bis Sopir bis adukan hukum Pada transmigran Transmigran adukan hukum Pada merdeka Merdeka adukan hukum Pada perang Perang adukan hukum Pada penjajah Penjajah tidak mengadu Negri saya miskin tidak punya apa apa Tapi apa daya Sebagai manusia Pengen kaya juga Hukum pun berkata Manusia boleh kaya […]

(Pelita, 1980) Puisi Umar Machdam: Dari Kami Untuk Kalian

(Pelita, 1980) Puisi Umar Machdam: Dari Kami Untuk Kalian

DARI KAMI UNTUK KALIAN Puisi Umar Machdam Kami rakyat kecil Ngongkosin kalian Untuk berfikir Keringat kami kami campur dengan air sawah kami bangun gedung mewah gedung menjulang untuk kalian Untuk kami cukup kami makan sayur asam yang sudah kami kurangi garam Kami rakyat kecil Ngongkosi kalian Untuk berfikir Kami rakyat kecil berhati kecil yang selalu […]

Puisi Umar Machdam: Tanpa Daun Sehelaipun

Puisi Umar Machdam: Tanpa Daun Sehelaipun

TANPA DAUN SEHELAIPUN Puisi Umar Machdam Sehelai daunpun Belum tumbuh di batang tubuh Sedangkan buah Agak janggal Menggantung di ranting kering Panas terik tunas mengering Ini memang hidup hari ini Udara kuhirup dengan akar Panas terik mengeringkan tunas Dan hati kusembunyikan di onggok perbukitan Pikiran kujerang dilaut bebas Paru-paru kugantung diatas bintang Jantungku mengembara Dari […]

Puisi Umar Machdam: Hukum

Puisi Umar Machdam: Hukum

HUKUM Puisi Umar Machdam Polisi adukan hukum Pada sopir bis Sopir bis adukan hukum Pada transmigran Transmigran adukan hukum Pada merdeka Merdeka adukan hukum  Pada perang Perang adukan hukum Pada penjajah Penjajah tidak mengadu Negri saya miskin tidak punya apa apa Tapi apa daya Sebagai manusia Pengen kaya juga Hukum pun berkata Manusia boleh kaya […]

Puisi Umar Machdam: 2 X 2 = 4

Puisi Umar Machdam: 2 X 2 = 4

2 x 2 = 4 Puisi Umar Machdam aku cuma 2 X 2 = 4 dari a tak bisa melangkah ke z aku si x yang dasarnya ada dibawah tempat tidur sungai keinginan mengering krontang tikar rombeng atas meja makan tempat duduk kropos kakinya aku merangkak dikolong-kolong aya TELUR BUSUK MUNCRAT KEWAJAHKU duhai bapak maafkan […]