Tag Archive | Umbu Landu Paranggi

(Mimbar Indonesia, 1960) Puisi Umbu Landu Paranggi: Kepada Warga Dunia

Puisi Umbu Landu Paranggi: KEPADA WARGA DUNIA kami bangsa indonesia dari sabang sampai merauke bahwa putih hati kami bahwa keras dan tegas hati kami selalu kami tunjukkan selalu kami buktikan kepada warga belanda putih bersih hati kami kepada seluruh warga dunia putih bersih hati kami irian barat benar-benar milik indonesia seluruh dunia akui dan kami […]

(Mimbar Indonesia, 1960) Puisi Umbu Landu Paranggi: Jarak

Puisi Umbu Landu Paranggi: JARAK manis, karena maut itu tiba tanpa mengenal waktu dan hitungan menjemput menceraikan kita sebelum sempat jabat salam permaafan hapuslah sudah jarak-jarak yang memisah antara kita sesama kawan lalu sediakan hati dengan segala penyerahan bangiredjo, KW I/115, Jogja Sumber: “Fadjar Menjingsing”, Majalah Mimbar Indonesia, nomor 37 Tahun XIV, 10 September 1960

(Mimbar Indonesia, 1960) Puisi Umbu Landu Paranggi: Sajak Buat Diri

Puisi Umbu Landu Paranggi: SAJAK BUAT DIRI pada diri sendiri sudah aku buat janji janji lelaki dari hati lelaki hai kau, yang dewasa karena derita dengan kisah dan bumi tersendiri kelangsungan kehadiran dan hidup berhari depan dalam dada dan tangan sendiri tak mau tersisih sepi terbujur tanpa arti pantang hidup duka yang setia menanti yang […]

(Mimbar Indonesia, 1960) Puisi Umbu Landu Paranggi: Pernyataan

Puisi Umbu Landu Paranggi: PERNYATAAN Buat sir dan sartono memang dengan hidup aku tak pernah jemu-jemu sebab hati selalu mau selalu rindu selalu mampu hidup ini punya orang yang berhati yang selalu sedia melayani diri dalam hidup kutemui duka, kecewa, derita tapi semuanya itu adalah warna dan ujian hidup belaka siapa suka jemu dan gampang […]

(Mimbar Indonesia, 1960) Puisi Umbu Landu Paranggi: Diri

Puisi Umbu Landau Paranggi DIRI Buat Is dan Rid – tambah jauh diri dari tanah kelahiran tambah dalam cinta memberat di badan demi rindu yang selalu datang merundung kubukalah hati bagi setiap pengunjung dan demi duka yang tak pernah luput memagut matanglah diri pantang surut dalam duka dalam nikmat rindu dan duka silih berganti dalam […]

(Mimbar Indonesia, 1960) Puisi Umbu Landu Paranggi: Satu Musim

Puisi Umbu Landu Paranggi: SATU MUSIM kepada adik adik tidur dan bangun dengan mainan di tangan boneka di pangkuan dipanggilnya adik kala sunyi mereka bicara sendiri cerita tentang bunga di pagi hari kepada kekasih kekasih! boleh saja kita cinta-mencintai dan kita boleh saja berjanji sampai mati tapi selagi kita menyusu di dada bunda jangan banyak […]

(Mimbar Indonesia, 1960) Dua Puisi Umbu Landu Paranggi: Padang & Dendam

Puisi Umbu Landu Paranggi: PADANG di sini, siang dan malam dalam perburuan menjinakkan cita kembara badan lemah terbanting sakit antara senyum dan derita terkadang sendiri mengeluh dengan gumpalan kegagalan tapi kian merasa kian mencinta kerja tambah mengasyikkan DENDAM kehadirannya di dada-dada kehidupan buat lenyapnya kemungkinan ketenangan adalah racun yang berbisa Bangiredjo KW I/115 Yogyakarta Sumber: […]