Tag Archive | Wans Sabang

Puisi Wans Sabang: Puisi Itu Merdeka

PUISI ITU MERDEKA Puisi Wans Sabang puisi itu candu dalam ganja nyanyian tarian rima irama puisi bukan hanya satu dua juta kata atau gila dalam satu dua juta tanya puisi itu segala cinta segala indah segala sumpah segala serapah segala asa segala doa puisi itu rindu dan cemburu dan napsu duka dan sengsara dan angkara […]

Puisi Wans Sabang: Gak Kenyang Makan Puisi

GAK KENYANG MAKAN PUISI  Puisi Wans Sabang Apa lagi yang bisa ku tulis? jika kata-kata telah kehilangan ruh nya? kegelisahan ku t’lah ku tukar dengan seliter dua liter beras,  sekerat tempe dan dua potong ikan cue’, (tentu saja, gak lupa juga ; susu bayi untuk anakku) lapar tidak bisa menunggu!, suka atau tidak, mau atau […]

Pengadilan Untuk Nenek Si Pencuri Randu – Cerpen Wans Sabang

Pengadilan Untuk Nenek Si Pencuri Randu – Cerpen Wans Sabang

Pengadilan Untuk Nenek Si Pencuri Randu Cerpen Wans Sabang Jaksa penuntut yang berwajah kaku dan kering persis pohon jati yang meranggas. Membacakan tuntutan-tuntutannya dengan kejam dan bengis. Seolah ia adalah manusia yang diciptakan Tuhan tanpa hati. Sebuah Sidang Pengadilan untuk seorang nenek si pencuri randu. Duduk dibangku terdakwa seorang nenek penduduk desa Runtas, berumur kira-kira […]

Puisi Wans Sabang: Di Negeriku Laki-laki Dilarang Berpuisi

DI NEGERIKU LAKI-LAKI DILARANG BERPUISI  Puisi Wans Sabang Di negeriku laki-laki dilarang berpuisi karena negeriku negeri basa basi tak tumbuh subur rimba kata negeri gila dalam sejuta dua juta tanya tak ada cinta segala indah keindahan nyanyian rima irama diperkosa sumpah serapah tak ada rindu dan cemburu disetubuhi napsu angkara tak ada lagi surga harga-harga […]