Tag Archive | Yayag Yp

Perempuan yang Membawa Rumahnya Kemana-mana dengan Punggungnya – Cerpen Yayag Yp

Perempuan yang Membawa Rumahnya Kemana-mana dengan Punggungnya – Cerpen Yayag Yp

PEREMPUAN YANG MEMBAWA RUMAHNYA KE MANA-MANA DENGAN PUNGGUNGNYA Cerpen Yayag Yp Rumah kayunya yang tua dimakan musim masih menempel di punggungnya. Tak ada siapa pun disini, hanya ada perempuan itu. Angin sedikit kencang berhembus, membuat bulu kuduk berdiri. Perlahan rumah yang dibawanya ke mana-mana diturunkan, diletakkannya di samping tubuhnya yang bersandar letih pada sebuah pohon. […]

Puisi Yayag YP: Manekin Bergincu Merah

Puisi Yayag YP: Manekin Bergincu Merah

MANEKIN BERGINCU MERAH Puisi Yayag YP Kubawa tubuh kaku ini Berbalut pekatnya satin hitam Kali ini kakiku harus lebih kuat lagi Tak lagi kutengok kemarin, aku bersiap karam Kujual lagi tubuh beku ini Terjamah oleh buasnya mau Mataku buta sejak terkulum birahi Kupatahkan laku, aku bernyanyi dalam ambigu Sedari kupilih neraka di malam tanpa kerlip […]

Puisi Yayag YP: Doa Bagi Perempuan Malam

Puisi Yayag YP: Doa Bagi Perempuan Malam

DOA BAGI PEREMPUAN MALAM Puisi Yayag YP Aku benci pagi Aku benci matahari Aku tak mau kehilangan malam Aku tak ingin benderang mengganti temaram Aku benci pagi Pagi membuatku kembali menjadi ibu Kembali menyusui anak semata wayangku Dengan puting susu bekas hisapan beberapa laki-laki semalam Aku benci matahari Matahari menyinari noda kotor tubuhku Kubasuh berkali […]

Puisi Yayag YP: Perempuan-perempuan dalam Tanda Petik

Puisi Yayag YP: Perempuan-perempuan dalam Tanda Petik

PEREMPUAN-PEREMPUAN DALAM TANDA PETIK Puisi Yayag YP Perempuan itu babu Sedari pagi menjual peluh Di ranjang pun memeras keringat Suaminya hanya rajin menabur benih “Kelak anak-anakku jadi TKW dan pulang dengan perut buncit,” Perempuan itu janda Seminggu dinikahi, setahun hidup sendiri Tiap hari di tunggunya sang suami pulang Banyak lelaki menawarkan bahu dengan jemari nakal […]

Puisi Yayag YP: Ronggeng Tanpa Raut Muka

Puisi Yayag YP: Ronggeng Tanpa Raut Muka

RONGGENG TANPA RAUT MUKA  Puisi Yayag YP Nenekku Ronggeng, bukan perempuan jalang Pinggulnya lincah menari berteman selendang Ayu tanpa cela bahkan di benderangnya siang Dia pelajari langkah tari hingga tumitnya ketat Siang malam terus melatih diri tak kenal kiamat Nenekku penari, bukan penjaja aurat Ibuku juga Ronggeng, bukan penjual diri Senyuman di ujung bibirnya laksana […]

Puisi Yayag YP: Dialog Dalam Diam

DIALOG DALAM DIAM    Puisi Yayag YP Kubur itu bertumpuk kisah Berbisik tentang lalu lalangnya resah Menahan puluhan gelisah Dan menidurkan pinta yang rebah Pernah kutanyakan pada nisan, “Cukupkah sekali berucap lalu lupa berkelindan?” Tak sekali pun kisah itu dinyanyikan Berawal dalam tanya dan terbentur pengingkaran Diam terus bertingkah, Merajam jejak tanpa langkah Memutus nadi […]

Puisi Yayag YP: Meranggas di Bawah Pohon Tua

MERANGGAS DI BAWAH POHON TUA  Puisi Yayag YP Ini musim penghujan kesekian kita Musimku lagi bersama rindang dedaunanmu Dalam peluk teduhmu, Bertingkah puluhan kisahku tentang kemarau Kemarau ku di musim lalu, Adalah pupusnya pucuk-pucuk kamboja Gugur mewarnai tanah kering yang retak-retak Berserak pada bumi, kembali pada tanah Ku adukan semua tingkah kemarau padamu Dengan segegenggam […]