Tag Archive | Yu Ratna

Puisi Yu Ratna: Kamboja Kuning di Pusaraku

Puisi Yu Ratna: Kamboja Kuning di Pusaraku

KAMBOJA KUNING DI PUSARAKU Puisi Yu Ratna Kanda Bila tlah tiba waktuku Jangan pahatkan batu Biar patok kayu itu penanda kuburanku Biar jadi makanan rayap dan ngengat Dan merapuh bersama waktu Kanda Bila saat kembaliku Tak perlu ukirkan namaku dimakamku Biar terpatri dalam lubuk hatimu Biar tersimpan dalam sanubarimu Bahwa aku pernah hadir di sisimu […]

Geguritan Yu Ratna: Sigaraning Ati

Geguritan Yu Ratna: Sigaraning Ati

SIGARANING ATI Geguritan Yu Ratna Rembulan isih gumantung ing pucuking wengi Kagawa angin ngambar arum wangi melati Njangkepi sepi kang tansah dak rungkebi Sapandurat wewayanganmu kumalebat Sumirat esemmu kadya nerangi jagat Sakedheping netra sira wus liwat Dhuh… kangmas… Sepira suwene aku kudu ngenteni Praptanira aneng ngarsa mami Anglebur kapang kang pinatri Imbal wacana pinangka jampi […]

Puisi Yu Ratna: Bila

Puisi Yu Ratna: Bila

BILA  Puisi Yu Ratna Bila nanti kurebahkan tubuh ini Tak pernah kutahu akankah bangkit lagi Hanya kepadaMu keserahkan jiwa raga ini Bila kupejam mata nanti Tak kutahu akankah esok terbuka lagi Maka ampuni aku bila inilah akhirku Bila mimpi membawa ku terbang tinggi Tak pernah kutahu bisakah ku kembali Hanya ikhlasmu yang kupinta iringiku Bila […]

Puisi Yu Ratna: Dalang

Puisi Yu Ratna: Dalang

DALANG  Puisi Yu Ratna Dibalik layar cengkeram cakar dalam tertanam Seribu bahkan sejuta cerita mengalir kadang tak beraturan Gegap gempita tawa raung tangis sorak kemenangan sumpah serapah Berjalin berpagut meluncur dari mulut nyaris keriput Engkaukah tuhan yang memerah hitamkan kehidupan? Besarkan kepala dengan kebanggaan Ciutkan nyali lewat ancaman Putuskan nadi pengharapan Hentikan nafas keadilan Dibalik […]

Puisi Yu Ratna: Perempuan Tanpa Hati

Puisi Yu Ratna: Perempuan Tanpa Hati

PEREMPUAN TANPA HATI Puisi Yu Ratna Terkapar tanpa peluh Berloncatan sejuta bayang mengais liar kenangan hitam Ada jerit tangis mengoyak kelam tanpa suara Mengibas leleh airmata tanpa bekas Gemeretak gigi berpadu pendar amarah terbungkam Geliat gairah buncah memerah padam tanpa percikan Bilur kecewa tergurat dalam Mengoyak luka tanpa darah mengangaMengiris lembar lembar asa merepih Mengupas […]