Catatan
Kawan Perempuan di FB – Catatan Martin Siregar
KAWAN PEREMPUAN DI FB Catatan Martin Siregar Makin kencang interperpersonalku dengan kaum perempuan setahun ini. Di facebook berkawan sekaligus diskusi intens dengan beraneka ragam karakter perempuan. Mereka semua cantik jelita menawan hati. Mulai dari ibu/janda muda produktif nulis, serius menyempurnakan kepribadian, pencipta lagu, pejabat publik suka memasak, belum terpikir untuk kawin lagi, dan lain lain, […]
- Sepedaku di Mata Keluarga – Catatan Martin Siregar
- Surat untuk Jemie Simatupang – Catatan Martin Siregar
- Pelarangan Buku: Sebuah Pembodohan Massal (5 – Selesai) – Catatan Fauzan Mahdami
- Pelarangan Buku: Sebuah Pembodohan Massal (4) – Catatan Fauzan Mahdami
- Pelarangan Buku: Sebuah Pembodohan Massal (3) – Catatan Fauzan Mahdami
Cerita Mini
Mengantar Pulang – Cerita Edy Priyatna
MENGANTAR PULANG Cerita Mini Edy Priyatna Beberapa menit berselang ada suara halus menegurku dari belakang, cukup mengagetkan. Namun seperti percaya tak percaya ternyata dia wanita muda putih dan cantik yang tadi duduk di sebelah kananku. Seperti biasanya setelah pulang kuliah sore hari aku tidak langsung pulang ke rumah. Untuk menghilangkan stress setelah lelah bekerja paruh […]
Cerpen
Pemandangan yang Bagus – Cerpen Faiza Yanti
PEMANDANGAN YANG BAGUS Cerpen Faiza Yanti Hmm.. Kenapa raut mukanya selalu seperti itu? Saban kali ku bersua dengannya. ” Kamu lagi ngapain? “ ” Nggak ngapa-ngapain. “ ” Kok kamu nggak nanya? Kamu nggak pernah mau tahu nich? “ ” Tahu apa? ” Kenapa? Aku suka menemuimu. “ ” Nggak perlulah.. “ ” Emang kamu […]
Puisi
Puisi Pemppy Ceissar S: Cintaku Bukan Porno
CINTAKU BUKAN PORNO Puisi Pemppy Ceissar S Ingin kusingkirkan jarak lautan Hanya karna ingin melihatmu dari dekat Ingin kuhancurkan tebing waktu yang panjang Hanya karna ingin melihatmu dari dekat Ingin kutarik matahari dan bulan yang menutupimu Hanya karna ingin melihatmu dari dekat Dan kegilaan ini seperti tersesat Bayangmu seolah jadi jantung pada mata Menjadikanku rabun […]
Ulasan Karya
Keinginan Sapardi Dilafaz Cinta Gibran – Ulasan Ilham Q. Moehiddin
Keinginan Sapardi Dilafaz Cinta Gibran (Mengakhiri silang sengkarut debat dan klaim khalayak pada jejak sebuah puisi) Ulasan Ilham Q. Moehiddin SILANG pendapat perihal dua entitas puisi yang masing masing berjudul “Aku Ingin” karya Sapardi Djoko Damono dan “Lafaz Cinta” karya Kahlil Gibran yang sangat identik dalam syair-syairnya, sepertinya akan segera berakhir. Bagi saya, awalnya persilangan pendapat yang ramai terjadi di […]
Artikel Lain
Ini Hanya Soal Waktu, Aay (4) – Cerbung Enggar Murdiasih
INI HANYA SOAL WAKTU, AAY (4) Cerita Bersambung Enggar Murdiasih ~~ cerita sebelumnya : Haryo berkenalan dengan sepupu teman kuliahnya. Saat liburan, Haryo dan Iskandar pulang ke Jogja, mereka saling berjanji untuk besanan bila nanti mereka dikaruniai anak laki laki dan perempuan ~~ Pernikahan itu berlangsung meriah, meskipun diselenggarakan secara sederhana. “Maria, maukah kau menikah […]
Puisi Restoe Prawironegoro Ibrahim: Tentang Daun Mahoni, Burung Purba
TENTANG DAUN MAHONI, BURUNG PURBA Puisi Restoe Prawironegoro Ibrahim duka siapa yang jatuh pagi-pagi di depan pagar rumahku? begitu merah terbungkus popok rapi putih akan kubesarkan dengan belaian, serba instant dan ketika kau berkunjung kembali ia telah siap melangsungkan perkawinan dua pipit menyeberangi waktu sang duka telah renta beranak cucu memadati seisi jantungku makin berdebar […]
Puisi Angger Jati Wijaya: Tentang Malioboro
TENTANG MALIOBORO Puisi Angger Jati Wijaya Telah berulang kali kutulis di sini Tentang pertempuran abadi Yang meruang sepenuh hari-hari Tanpa pemenang tanpa panji-panji Tapi siapakah yang masih saja merasa Kehilangan masa lalunya di sini Di sudut keremangan pohonan Jalan-jalan tak bertepi Yang kemarin masih menjadi tempat sesaji Kini tinggal pemandangan mesum Dan para penyair yang […]
Puisi Susan Gui: Menari
MENARI Puisi Susan Gui Pada tengah malam buta, untuk rasa yang tidak aku mengerti. Ambilkan racun atau sebilah pisau, kuminta dengan tulus. Tarik satu guratan perih pada urat-urat nadiku dan biarkan aku menjadi orang yang mengalah untuk takdir yang tidak kita mengerti. Itu tidak akan membuatmu seperti pembunuh, karena kau sudah lama membunuh jiwaku yang […]
Ini Hanya Soal Waktu, Aay (3) – Cerbung Enggar Murdiasih
INI HANYA SOAL WAKTU, AAY (3) Cerita Bersambung Enggar Murdiasih ~~ cerita sebelumnya : sudah dua kali Meinar menanyakan hal yang sama pada Ganang, tentang keseriusannya, tentang ketulusannya. Sementara ayah Meinar pernah mengikat janji untuk menjodohkannya dengan anak sahabat karibnya sejak muda ~~ “Haryo….kenalkan. Ini Maria, sepupuku…..” Tommy menggamit lengannya saat malam inaugurasi. “Haryo…”. “Maria….”. Sebagai mahasiswa yang […]
Puisi Fauzan Mahdami: Siapa Aku?
SIAPA AKU? Puisi Fauzan Mahdami Jika kau ingin melihat lembah naiklah ke puncak gunung Jika ingin melihat puncak gunung Terbanglah ke awan Jika ingin melihat aku Pejamkan matamu dan bayangkanlah. Aku tak mengerti mampu bercerita tentang sepi yang berbisik, mampu menambatkan luka pada suara yang melirih dan mampu menyerahkan keabadian kasih pada pengembara asing yang […]
Puisi Irdawati Kasnadi: Doaku
DOAKU Puisi Irdawati Kasnadi Dalam indahnya senandung subuh Kuserahkan diri pada ilalahi Agar selalu iman dan taqwa padaNYADalam indahnya senandung subuh Kutitip hati pada sang khalik Agar selalu bersih dan selalu ada cinta di dalamnyaCinta yang bersih dan ikhlas karenaNYADalam indahnya senandung subuh Kutitipkan raga pada Pencipta Agar terhindar dari jamahan tak berharga Dalam indahnya […]
Puisi Okti Muktini Ali: Andai
ANDAI Puisi Okti Muktini Ali Andaiakupunyasayap Kukanterbangtinggi Keduniabidadaribidadari Kukanpetiksemuakembang Dankuberikandewadewi Andaikankubisaterbang Kukanbawadirimu Bersukariang Lupakansemuaduka Penatdanpetaka Andaikan kubawa dirimu Kukanbersimpuhkeharibaan Pemilikhidupdanmatiku Denganslalubersamamu Belahanjiwaku Yogyakarta, 3 Oktober 2011
Puisi Sussy Purwanti: Yang Terlewati…
YANG TERLEWATI .. Puisi Sussy Purwanti Yang terlewati saat-saat yang kutunggu dan itu kubiarkan begitu saja, Yang terlewati masa-masa bahagia yang seharusnya aku dapatkan Yang terlewati untaian kata-kata yang belum kumengerti hingga aku tersadar Yang terlewati ketika suara itu ada dan aku berlalu tak peduli Sekelebat bayangmu lewat dan aku tak mengerti bahasa isyarat yang […]
Puisi Edy Priyatna: Berita Petang
BERITA PETANG Puisi Edy Priyatna Dari belahan bumi paling murni di lahan tandus tak dendam di antara partikel-partikel basah banyak orang kehausan menanti tibanya sukacita bagi sebuah kesumat yang tertunaikan dari darah yang mengalir di ujung timur Sementara…….. di ujung yang satunya lagi di lahan subur yang pernah terendam di antara kesunyian-kesunyian kering banyak orang berhamburan […]





